- Kala Cangkir Kopi Meruntuhkan Canggung Antara Pimpinan Polisi dan Warga Kampung Tua
- Kado Kemerdekaan: Pertamina Tebar Promo Potongan Harga Bright Gas via Klik Indomaret
- Rapor Hijau Semester I 2026: Investasi Batam Tembus Rp38,97 Triliun, Serap Ribuan Tenaga Kerja
- Berkas P-21, Polsek Bengkong Pelimpahan Tahap II Tersangka Yehezkiel ke Kejari Batam
- Sambut HUT ke-81 RI, Pertamina Sumbagut Tebar Hadiah Spesial lewat MyPertamina
- Legenda Timnas Turun Gunung di Batam International Football Series 2026, Bangkitkan Gelora Sepak Bola Usia Dini
- Dorong Transparansi Lahan, BP Batam Apresiasi Puluhan Penerima Alokasi Lapor Mandiri via LMS
- Sinergi BP Batam dan Ombudsman RI: Perkuat Pelayanan Publik demi Dongkrak Daya Saing Investasi
- Lestarikan Tradisi Perantauan, Punokawan Batam Sajikan Lemper Raksasa 1,5 Meter di Ritual Rebo Wekasan
- Sinergi Tripartit di Kepri: Media, Jaksa, dan BPD Kolaborasi Wujudkan Desa Akuntabel
Pondasi Vokasi Masa Depan: Pembangunan SMKN 13 Batam Resmi Dimulai
Targetkan Tampung 350 Siswa pada Angkatan Pertama

Keterangan Gambar : Peletakan batu pertama pembangunan SMK Negeri 13 Batam di Kecamatan Bengkong, Batam, Kepulauan Riau, Senin (13/7/2026). /arsip BP Batam
KORANBATAM.COM - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya dalam mempercepat penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penyediaan alokasi lahan strategis untuk pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK Negeri 13 Batam.
Komitmen strategis tersebut ditandai secara simbolis melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) yang berlangsung di Jalan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Senin (13/7/2026).
Agenda ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, serta Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait. Turut hadir jajaran Forkopimda, OPD, perwakilan DPRD Provinsi Kepri dan Kota Batam, perangkat RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat.
Pembangunan SMKN 13 Batam ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan yang aman, modern, dan bermutu tinggi. Kehadiran sekolah ini diproyeksikan memperkokoh pilar pendidikan vokasi guna mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten dan adaptif terhadap dinamika dunia usaha serta dunia industri (DUDI).
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa, dukungan penuh berupa penyediaan lahan merupakan bentuk investasi jangka panjang pemerintah dalam mentransformasi peradaban daerah.
“Ini adalah ikhtiar penting bagi kemajuan peradaban Kepri, khususnya Batam. Pendidikan merupakan jalur transformasi utama menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera," ujar Amsakar dalam sambutannya.
Amsakar menekankan bahwa daya saing makro suatu daerah di era global sangat ditentukan oleh cetak biru pendidikan yang dipersiapkan sejak dini. Oleh karena itu, akselerasi sektor pendidikan menjadi prioritas terintegrasi antara Pemkot Batam, BP Batam, dan Pemprov Kepri.
“Ketika kita berbicara tentang daya saing, kuncinya terletak pada bagaimana kita mendesain pola pendidikan hari ini untuk menjawab kebutuhan industri masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Amsakar menjabarkan berbagai program inklusif yang terus digulirkan pemerintah guna mendongkrak indeks pembangunan manusia. Mulai dari pendistribusian seragam sekolah gratis, pemberian beasiswa prestasi bagi siswa kurang mampu, alokasi beasiswa khusus pelajar wilayah hinterland (pulau terluar) hingga kemitraan strategis dengan tujuh perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menegaskan bahwa, penguatan pendidikan vokasi merupakan fondasi mutlak dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing tinggi. Keseimbangan infrastruktur pendidikan ini juga menjadi bagian integral dalam menyukseskan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Negara atau daerah yang menguasai teknologi dan ditopang oleh SDM unggul akan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang solid. Batam sebagai kawasan industri vital membutuhkan pasokan tenaga kerja terampil secara berkelanjutan dari sektor vokasi,” urai Ansar.
Ansar juga menyampaikan apresiasi tinggi atas respons cepat BP Batam dalam mengamankan pemanfaatan lahan untuk fasilitas publik dan pendidikan.
“Apresiasi kepada Kepala BP Batam dan Ibu Wakil atas kebijakan yang inklusif, mampu menjaga keseimbangan yang sangat baik antara akselerasi investasi dan pemenuhan kebutuhan sosial-pendidikan masyarakat,” pungkas Ansar.
Pada tahap awal, SMKN 13 Batam diproyeksikan membuka enam rombongan belajar (rombel) dengan daya tampung perdana mencapai 350 siswa. Guna menjamin relevansi lulusan dengan pasar kerja, sekolah ini akan fokus mengembangkan program keahlian yang bersinggungan langsung dengan industri manufaktur dan teknologi Batam, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Elektronika Industri, serta Teknik Pengelasan (Welding).
(red)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴



















































































