- Satu Tahun Pengabdian Kodam XIX/Tuah Tambusai: Menunggal Bersama Rakyat, Mengabdi untuk Negeri
- Menyemai Bintang dari Mukakuning: Batam Grassroot Football Festival 2026 Jadi Pijakan Menuju Panggung Dunia
- Memperkuat Barisan Kamtibmas, Polsek Bengkong Rangkul Komunitas Driver Online SMB
- Basarnas Tanjungpinang Ungkap Data Kedaruratan Laut: 20 Laka Laut, 10 Meninggal, 6 Masih Hilang
- Memupuk Nasionalisme di Pegunungan Tengah Papua: Satgas Yonif 136/TS Bagikan Bendera Merah Putih
- Lewat Program Cadiak Pandai, Pertamina Sumbagut Sabet Penghargaan Platinum TJSL & CSR Award 2026
- Semarak HUT ke-81 RI: BP Batam Pamerkan Inovasi dan Unjuk Sinergi di Pawai Pembangunan
- Konferensi Pers Kodaeral IV: Kapal Bendera Tanzania Disergap, 1,3 Ton Ketamine dan 8 WNA Diamankan
- Upaya Satgas Yonif 136/TS Bangun Papua Damai lewat Silaturahmi Door to Door di Wongdama
- Kemanunggalan di Tengah Musibah: Prajurit TNI Padamkan Kebakaran Rumah Warga di Cibereng Indramayu
Puluhan Anak di Siantan Tengah Anambas Diduga Keracunan usai Santap Menu MBG

Keterangan Gambar : Penampakan dua anak SD mendapatkan perawatan medis usai diduga keracunan MBG di Kecamatan Siantan Tengah, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Rabu (15/4/2026). /arsip KoranBatam
KORANBATAM.COM - Usai mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis atau MBG, puluhan orang di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Palmatak. Para siswa siswi ini diduga mengalami keracunan makanan, Rabu (15/4/2026).
Informasi yang dihimpun, sebelum dilarikan ke rumah sakit, mereka mengalami gejala sakit perut, muntah-muntah hingga sakit kepala.
Direktur RSUD Palmatak, Iswarijaya menyebutkan, pihaknya menerima laporan dari orangtua murid bahwa sejumlah anak-anak di sekolah mengalami gejala yang tidak biasa.
“Kami dapat laporan jam 15.00 Wib dari para orangtua yang anaknya mengalami sakit perut, pusing dan muntah-muntah,” ucapnya dalam siaran pers.
Setelah menerima laporan tersebut, Iswarijaya langsung memerintahkan petugas untuk bergerak membawa ambulans ke lokasi.
“Saya gali informasi, katanya habis menyantap makan dari sekolah,” ujar dia.
Menurut Iswarijaya, awal menerima laporan ada 11 anak yang diterima RSUD Palmatak yang terdiri dari anak Taman Kanak-kanak (TK)/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
“Saat ini kondisi di RSUD, begitu ramai. Sampai saat ini jumlah pasien kian bertambah karena masih ada yang berdatangan,” imbuhnya.
Ia menuturkan, belum bisa dipastikan penyebab puluhan siswa siswi itu mengalami penyakit apa karena para dokter masih memeriksa setiap pasien yang berdatangan. Namun pihaknya mencurigai kalau para pasien ini mengalami keracunan sehabis menyantap makanan dari sekolah.
(red)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴


















































































