- BP Batam Kecam Perusakan Puluhan Tanaman Bougenville Ulah OTK
- Pertamina Sumbagut Jalin Sinergi dengan Kejati Sumut
- Hanya di Harris Barelang Batam, Staycation Hemat dengan Diskon 25 Persen hingga Akhir Tahun
- Atlet Layar Kepri Dapat Penghargaan Dankodaeral IV usai Sukses Raih Medali di Ajang Kejurnas
- Amsakar Tutup Kejuaraan Voli Piala Walikota 2026, Berikut Deretan Prestasi BP Batam
- Antisipasi Dampak El Nino Demi Jaga Ketahanan Air Baku
- Ratusan Pelukis Ikuti Event Gerakan Nasional Indonesia Raya Menggambar 2026
- Ifanko Dipercaya Jabat Wakil Ketua Peradin Kepri hingga 2029
- 166 SPPG Polri Siap Diresmikan Presiden Prabowo Serentak dari Kabupaten Tuban
- Kodim 0316 Batam Jadi Titik Sentral Kepri
Puluhan Anak di Siantan Tengah Anambas Diduga Keracunan usai Santap Menu MBG

Keterangan Gambar : Penampakan dua anak SD mendapatkan perawatan medis usai diduga keracunan MBG di Kecamatan Siantan Tengah, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Rabu (15/4/2026). /arsip KoranBatam
KORANBATAM.COM - Usai mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis atau MBG, puluhan orang di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Palmatak. Para siswa siswi ini diduga mengalami keracunan makanan, Rabu (15/4/2026).
Informasi yang dihimpun, sebelum dilarikan ke rumah sakit, mereka mengalami gejala sakit perut, muntah-muntah hingga sakit kepala.
Direktur RSUD Palmatak, Iswarijaya menyebutkan, pihaknya menerima laporan dari orangtua murid bahwa sejumlah anak-anak di sekolah mengalami gejala yang tidak biasa.
“Kami dapat laporan jam 15.00 Wib dari para orangtua yang anaknya mengalami sakit perut, pusing dan muntah-muntah,” ucapnya dalam siaran pers.
Setelah menerima laporan tersebut, Iswarijaya langsung memerintahkan petugas untuk bergerak membawa ambulans ke lokasi.
“Saya gali informasi, katanya habis menyantap makan dari sekolah,” ujar dia.
Menurut Iswarijaya, awal menerima laporan ada 11 anak yang diterima RSUD Palmatak yang terdiri dari anak Taman Kanak-kanak (TK)/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
“Saat ini kondisi di RSUD, begitu ramai. Sampai saat ini jumlah pasien kian bertambah karena masih ada yang berdatangan,” imbuhnya.
Ia menuturkan, belum bisa dipastikan penyebab puluhan siswa siswi itu mengalami penyakit apa karena para dokter masih memeriksa setiap pasien yang berdatangan. Namun pihaknya mencurigai kalau para pasien ini mengalami keracunan sehabis menyantap makanan dari sekolah.
(red)
▴-▴

















































































