Rapor Hijau Semester I 2026: Investasi Batam Tembus Rp38,97 Triliun, Serap Ribuan Tenaga Kerja
KORANBATAM.COM 15 Agu 2026, 20:32:01 WIB
dibaca : 275 Pembaca EKONOMI & BISNIS
Rapor Hijau Semester I 2026: Investasi Batam Tembus Rp38,97 Triliun, Serap Ribuan Tenaga Kerja

Keterangan Gambar : Poster capaian kinerja investasi Batam Semester I 2026. /arsip BP Batam


KORANBATAM.COM - Realisasi investasi di Kota Batam terus menunjukkan tren positif sepanjang paruh pertama tahun 2026. Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi cermin perjalanan kawasan ini yang kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu hub ekonomi terdepan di Asia Tenggara.

Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala Li Claudia Chandra, penguatan infrastruktur, kemudahan regulasi, serta konektivitas logistik menjadi fokus utama guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 mencatatkan angka Rp29,89 triliun, atau tumbuh 27,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year). Capaian tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp12,09 triliun.

Sementara itu, pemantauan melalui metode bottom-up yang dilakukan BP Batam mencatat angka yang lebih tinggi, yakni mencapai Rp38,97 triliun. Angka ini mencakup modal tetap sebesar Rp36,58 triliun dan modal lancar Rp2,39 triliun, atau tumbuh 36,03 persen secara tahunan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap stabilitas Batam. Menurutnya, indikator keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besaran angka, melainkan dari kepastian proses dan realisasi di lapangan.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kami adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar dalam keterangan resminya, Sabtu (15/8/2026).

Sebelumnya, pada Triwulan I 2026, investasi Batam sempat melesat hingga 102,85 persen YoY dengan nilai Rp17,48 triliun. Angka pertumbuhan tersebut hampir 14 kali lipat di atas pertumbuhan investasi nasional yang berada di angka 7,2 persen. Pada periode tersebut, Batam turut berkontribusi sekitar 26,5 persen terhadap total pertambahan investasi nasional.

Dengan target investasi tahunan sebesar Rp70 triliun pada 2026, perolehan Semester I ini telah memenuhi 42,70 persen target berdasarkan LKPM, atau 55,67 persen jika merujuk pada pemantauan bottom-up.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menekankan pentingnya efisiensi pelayanan publik dan kolaborasi antarinstansi untuk menjaga kenyamanan para pelaku usaha.

“Investor membutuhkan ekosistem yang memberikan kepastian sejak awal hingga proyek beroperasi. Pelayanan publik harus cepat, koordinasi lintas instansi diperkuat, dan setiap hambatan diselesaikan secara terukur,” kata Li Claudia.

Penyerapan Tenaga Kerja dan Sektor Masa Depan

Laju pertumbuhan investasi ini berdampak langsung pada sektor riil, khususnya pembukaan lapangan kerja baru. Data BP Batam mencatat jumlah tenaga kerja terserap pada Semester I 2026 mencapai 40.943 orang. Angka ini meningkat 32,16 persen dibandingkan Semester I 2025 yang tercatat sebanyak 30.979 orang, atau terdapat penambahan 9.964 tenaga kerja baru.

Menghadapi tantangan ekonomi global, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menjelaskan bahwa arah pengembangan investasi Batam ke depan akan difokuskan pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi.

“Batam tidak lagi hanya menjadi kawasan manufaktur konvensional, tetapi bertransformasi menjadi pusat eksekusi investasi strategis. Kami mendorong masuknya industri manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), kecerdasan buatan (AI), energi terbarukan, logistik, serta hilirisasi industri,” jelas Fary.

BP Batam optimistis dapat memenuhi target investasi hingga akhir 2026 mendatang melalui pengawalan ketat terhadap berbagai proyek strategis yang sedang berlangsung.

 

(Redaksi KoranBatam)




- -JNE BATAM JNE BATAM- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;