- Spesial Ulang Tahun ke-26, Biznet Gelontorkan Promo Bandwidth 200 Mbps Rp150 Ribu di Batam
- Lestarikan Adat dan Buka Peluang Usaha, Disbudpar Batam Latih Perias Pengantin Melayu
- Tragedi di Golden Prawn Batam: Pelaku Dibekuk, Korban 7 Luka Tusuk, Terancam KUHP Baru
- Jangkau Wilayah Binaan, Satgas Yonif 136/TS Gelar Pengobatan Gratis di Puncak Jaya
- Prahara Sadap WA di Sekupang Batam, Istri Mengaku Babak Belur Dianiaya Suami
- Upaya Rutan Batam Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Sehat lewat Tes VCT
- Cegah Sajam dan Senpi Ilegal, Satgas Yonif 136/TS Gelar Sweeping Humanis di Puncak Jaya
- Turun ke Waduk Nongsa, Amsakar Achmad Minta Gangguan Air di Batam Segera Tuntas
- Dankodaeral IV Pimpin Peringatan HUT ke-81 TNI di Batam, Tekankan Pengabdian PRIMA
- Batam Krisis Air Baku Imbas El Nino Ekstrem, BP Batam Kebut Interkoneksi Pipa Duriangkang
RSBP Batam Serap Praktik Terbaik dari RS Tk II dr Soepraoen Malang
Akselerasi Kinerja Layanan dan Tata Kelola

Keterangan Gambar : Foto bersama jajaran RSBP Batam saat kegiatan benchmarking dan studi banding ke RS Tk II dr Soepraoen Malang, Jumat (17/4/2026). /arsip BP Batam
KORANBATAM.COM - Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam tancap gas mendorong kualitas pelayanan dan tata kelola institusi melalui kegiatan benchmarking dan studi banding ke Rumah Sakit tingkat (Tk) II dr. Soepraoen Malang, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis RSBP Batam dalam memperkuat daya saing layanan kesehatan, khususnya dalam aspek pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU), pengembangan rumah sakit pendidikan serta transformasi digital melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).
Direktur RSBP Batam, dr Tanto Budiharto menyampaikan bahwa, kunjungan ini difokuskan pada penggalian praktik-praktik yang dapat diadaptasi secara langsung guna meningkatkan kinerja layanan dan efisiensi operasional rumah sakit.
“Kami menitikberatkan pada hal-hal yang aplikatif dan berdampak langsung, terutama dalam penguatan manajemen layanan, efisiensi biaya serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/4).
Melalui kegiatan benchmarking ini, RSBP Batam memperoleh sejumlah manfaat konkret yang akan menjadi dasar penguatan sistem internal, antara lain:
1. Penguatan Pengelolaan BLU Berbasis Kinerja
Pendekatan ini menjadi referensi dalam meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengurangi mutu layanan.
2. Optimalisasi Pendapatan Layanan
Membuka peluang penguatan strategi peningkatan pendapatan melalui optimalisasi layanan serta pengembangan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk asuransi kesehatan.
3. Perbaikan Manajemen Layanan Pasien
Pengendalian lama rawat dan perencanaan layanan pasien secara lebih terstruktur, untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus menjaga keseimbangan antara kualitas layanan dan efisiensi biaya.
4. Percepatan Transformasi Digital SIMRS
Memperkuat sistem digital yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data serta meningkatkan kecepatan layanan kepada pasien.
5. Penguatan Peran sebagai Rumah Sakit Pendidikan
Gambaran konkret mengenai tata kelola rumah sakit pendidikan, termasuk koordinasi dengan institusi akademik dan pengelolaan kegiatan klinis.
6. Penyusunan Rencana Aksi Implementatif
Identifikasi langkah-langkah cepat (quick wins) yang dapat segera diimplementasikan di lingkungan RSBP Batam.
Kegiatan benchmarking ini juga diisi dengan pemaparan profil rumah sakit, diskusi interaktif serta pertukaran pengalaman antar kedua institusi.
RSBP Batam menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam melakukan transformasi layanan kesehatan yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memperoleh pembelajaran, tetapi juga bahan evaluasi untuk memperkuat sistem yang ada serta mendorong peningkatan kinerja layanan secara menyeluruh,” tutupnya.
(red)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴



















































































