Satgas 136 Tuah Sakti Melangkah Bukan untuk Menaklukkan, Tetapi Menyatu dan Mengabdi di Bumi Cendrawasih
KORANBATAM.COM 09 Mei 2026, 07:21:41 WIB
dibaca : 315 Pembaca DAERAH
Satgas 136 Tuah Sakti Melangkah Bukan untuk Menaklukkan, Tetapi Menyatu dan Mengabdi di Bumi Cendrawasih

Keterangan Gambar : Sejumlah prajurit TNI AD Satgas Yonif 136 Tuah Sakti membagi-bagikan pakaian layak pakai untuk anak-anak dan warga kampung Jigonikme, Distrik Nume, Puncak Jaya, Papua Tengah, Jumat (8/5/2026). /arsip Satgas 136


KORANBATAM.COM - Di sunyinya Kampung Jigonikme, Distrik Nume, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, prajurit TNI Angkatan Darat (AD) kembali menghadirkan kepedulian bagi masyarakat melalui pembagian pakaian layak pakai dan pelayanan kesehatan gratis, Jumat (8/5/2026). Prajurit itu ialah Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 136/Tuah Sakit (TS).

Di Timur Indonesia, dibalik hening pegunungan dan debur ombak pasifik berdetak semangat pengabdian yang tak pernah padam dari mereka.

Di tanah yang kaya akan budaya, di bumi cendrawasih yang megah, Satgas 136 Tuah Sakti dalam Pengamanan Perbatasan Mobile Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) melangkah bukan untuk menaklukkan, tetapi untuk menyatu dan mengabdi.

Komandan Pos (Danpos) Nume, Kapten Infanteri (Inf) Akmad Sultoni Yahya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komunikasi sosial atau Komsos dalam mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dengan masyarakat di wilayah penugasan.

“Keberadaan TNI di sini bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga ingin menghadirkan manfaat dan kepedulian bagi masyarakat setempat,” ucapnya dalam siaran pers, Sabtu (9/5).

Tak hanya berkomunikasi, tak hanya berbagi pakaian, Satgas 136 juga memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses kesehatan.

Tokoh Adat Kampung Wiringgame, Delima Kogoya dalam kesempatan ini mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Satgas Yonif 136 Tuah Sakti di Distrik Nume.

“Kami merasa diperhatikan dan dibantu. Kehadiran Bapak-bapak TNI membawa harapan bagi kami disini,” katanya.

Ini adalah kisah tentang harapan, tentang jembatan yang menghubungkan kemanusiaan dan pengabdian.

Ini adalah langkah TNI Angkatan Darat di Tanah Papua dalam menumbuhkan rasa saling peduli dan kebersamaan.

 

(iam)




- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;