- Panggung Megah dan Persaingan Ketat
- Investasi India di Batam Terus Melaju, Tembus Rp258,6 Miliar
- Tugas Pertama Duwis Encik Puan Batam 2026 Tampilkan Ragam Busana Melayu di Rapat Paripurna DPRD
- Satgas 136 Tuah Sakti Melangkah Bukan untuk Menaklukkan, Tetapi Menyatu dan Mengabdi di Bumi Cendrawasih
- Cerita Hari Palang Merah Internasional: Tanah Papua Tanah Pengabdian TNI Satgas 136 Tuah Sakti
- Rutan Batam Ikrar Bersih Gelar Razia dan Tes Urine
- TNI Kebut Pembangunan Jembatan Garuda di Karimun untuk Pulihkan Konektivitas
- CIMB Niaga Perkuat Kolaborasi dengan Agen Properti di Jawa Barat
- Bersama Delegasi Penjara Malaysia, Rutan Batam Perkuat Sinergi Lintas Negara di Pemasyarakatan
- Pertamina Sumbagut Perkuat Kesiap-siagaan Penanganan Darurat di SPBU
Satgas TNI di Papua Bagikan Pakaian Layak Pakai dan Kesehatan saat Komsos

Keterangan Gambar : Sejumlah prajurit TNI AD dari Satgas Yonif 136/TS memberikan pakaian layak pakai kepada warga Kampung Egebut di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Selasa (31/3/2026). /arsip Tuah Sakti
KORANBATAM.COM - Prajurit TNI Angkatan Darat (AD) dari Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus (RK) 136/Tuah Sakti (TS) yang dipimpin langsung oleh Serka Lalasi membagikan baju layak pakai kepada warga Kampung Egebut di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Selasa (31/3/2026).
Baju layak pakai ini diberikan prajurit Pos Kotis kepada orang dewasa dan anak-anak pada sela-sela komunikasi sosial (Komsos) dalam rangka tugas operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG).
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam hal ini Satgas Yonif 136/TS kepada warga masyarakat Kampung Egebut.
Serka Lalasi mengatakan, pembagian baju layak pakai secara gratis ini bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat Kampung Egebut dalam memenuhi kebutuhan papan.
“Kami ingin kehadiran kami benar-benar dirasakan dan membawa manfaat, dengan harapan baju yang masih layak pakai dapat digunakan sehari-hari,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (1/4).
Dia menjelaskan, kegiatan itu merupakan bagian dari komunikasi sosial prajurit dengan masyarakat di daerah operasi dan sekitarnya.
“Pesannya, prajurit TNI dapat memanfaatkan waktu penugasan untuk hal-hal positif, bukan sekadar melaksanakan tugas pengamanan wilayah saja,” tukasnya.
(iam)
▴-▴


















































































