Sekolah Terintegrasi Merah Putih Mulai Dibangun di Rempang, Tampung Jenjang SD-SMA Berasrama
KORANBATAM.COM 24 Sep 2026, 12:10:47 WIB
dibaca : 209 Pembaca PENDIDIKAN
Sekolah Terintegrasi Merah Putih Mulai Dibangun di Rempang, Tampung Jenjang SD-SMA Berasrama

Keterangan Gambar : Kepala BP Batam, Amsakar Achmad (foto kiri), dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra (foto kanan), terlihat bersama anak-anak di wilayah Rempang dan Galang, belum lama ini. /arsip BP Batam


KORANBATAM.COM - Komitmen memperkuat ekosistem pendidikan dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah pesisir resmi dimulai. Langkah nyata ini ditandai melalui prosesi groundbreaking serta pemasangan tiang pancang perdana Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang, Kamis (24/9/2026).

Pembangunan fasilitas pendidikan terpadu seluas 18,5 hektare ini dikelola oleh Yayasan Sekolah Merah Putih. Kehadirannya diproyeksikan menjadi angin segar bagi pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak di wilayah Rempang dan Galang.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa sekolah ini dirancang khusus untuk menampung peserta didik dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tanpa dipungut biaya alias gratis.

“Kami berharap kehadiran sekolah terpadu pertama di Batam ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak. Bukan hanya untuk belajar, melainkan juga membangun karakter, mengembangkan potensi, dan menyiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan,” ujar Amsakar dalam sambutannya.

Amsakar menambahkan, prioritas utama penerimaan siswa di sekolah ini berfokus pada anak-anak asal Rempang dan Galang, pelajar berprestasi, serta anak-anak dari keluarga prasejahtera. Proyek sarana dan prasarana tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2028.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjelaskan bahwa kawasan ini tidak sekadar menjadi tempat belajar-mengajar biasa. Sekolah Terintegrasi Merah Putih dibangun dengan konsep terpadu yang dilengkapi asrama serta sarana penunjang modern.

“Konsep ini memberikan lingkungan belajar sekaligus tempat tinggal yang kondusif bagi siswa selama menjalani masa pendidikan. Kami berharap fasilitas ini memperkuat ekosistem pendidikan di Batam sekaligus menjadikan Rempang sebagai salah satu pusat pendidikan terpadu yang inklusif,” pungkas Li Claudia.

Kehadiran kompleks pendidikan ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi emas Indonesia yang kompetitif dan unggul dari wilayah pulau-pulau penyangga (buffer islands).

 

(Redaksi KoranBatam)




- ▴-▴JNE BATAM ▴JNE BATAM▴- ▴-▴
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;