- Prahara Sadap WA di Sekupang Batam, Istri Mengaku Babak Belur Dianiaya Suami
- Upaya Rutan Batam Wujudkan Lingkungan Pemasyarakatan Sehat lewat Tes VCT
- Cegah Sajam dan Senpi Ilegal, Satgas Yonif 136/TS Gelar Sweeping Humanis di Puncak Jaya
- Turun ke Waduk Nongsa, Amsakar Achmad Minta Gangguan Air di Batam Segera Tuntas
- Dankodaeral IV Pimpin Peringatan HUT ke-81 TNI di Batam, Tekankan Pengabdian PRIMA
- Batam Krisis Air Baku Imbas El Nino Ekstrem, BP Batam Kebut Interkoneksi Pipa Duriangkang
- Gaya Hidup Bebas Dompet, CIMB Niaga Rilis OCTO untuk Pejuang Mimpi
- PajamASRun 2026 Segera Digelar, Hadirkan Lari Unik Berkostum Piyama
- Dari Pencuci Piring hingga GM: Perjalanan Ivan Bakara Nakhodai Properti Swiss-Belhotel Batam
- Sempat Kabur ke Bekasi, Pelaku Penggelapan Uang Kios Pasar BTC Bengkong Akhirnya Tumbang
Sekolah Terintegrasi Merah Putih Mulai Dibangun di Rempang, Tampung Jenjang SD-SMA Berasrama

Keterangan Gambar : Kepala BP Batam, Amsakar Achmad (foto kiri), dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra (foto kanan), terlihat bersama anak-anak di wilayah Rempang dan Galang, belum lama ini. /arsip BP Batam
KORANBATAM.COM - Komitmen memperkuat ekosistem pendidikan dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah pesisir resmi dimulai. Langkah nyata ini ditandai melalui prosesi groundbreaking serta pemasangan tiang pancang perdana Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang, Kamis (24/9/2026).
Pembangunan fasilitas pendidikan terpadu seluas 18,5 hektare ini dikelola oleh Yayasan Sekolah Merah Putih. Kehadirannya diproyeksikan menjadi angin segar bagi pemerataan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak di wilayah Rempang dan Galang.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa sekolah ini dirancang khusus untuk menampung peserta didik dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tanpa dipungut biaya alias gratis.
“Kami berharap kehadiran sekolah terpadu pertama di Batam ini dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak. Bukan hanya untuk belajar, melainkan juga membangun karakter, mengembangkan potensi, dan menyiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan,” ujar Amsakar dalam sambutannya.
Amsakar menambahkan, prioritas utama penerimaan siswa di sekolah ini berfokus pada anak-anak asal Rempang dan Galang, pelajar berprestasi, serta anak-anak dari keluarga prasejahtera. Proyek sarana dan prasarana tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2028.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjelaskan bahwa kawasan ini tidak sekadar menjadi tempat belajar-mengajar biasa. Sekolah Terintegrasi Merah Putih dibangun dengan konsep terpadu yang dilengkapi asrama serta sarana penunjang modern.
“Konsep ini memberikan lingkungan belajar sekaligus tempat tinggal yang kondusif bagi siswa selama menjalani masa pendidikan. Kami berharap fasilitas ini memperkuat ekosistem pendidikan di Batam sekaligus menjadikan Rempang sebagai salah satu pusat pendidikan terpadu yang inklusif,” pungkas Li Claudia.
Kehadiran kompleks pendidikan ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi emas Indonesia yang kompetitif dan unggul dari wilayah pulau-pulau penyangga (buffer islands).
(Redaksi KoranBatam)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴



















































































