- Kala Cangkir Kopi Meruntuhkan Canggung Antara Pimpinan Polisi dan Warga Kampung Tua
- Kado Kemerdekaan: Pertamina Tebar Promo Potongan Harga Bright Gas via Klik Indomaret
- Rapor Hijau Semester I 2026: Investasi Batam Tembus Rp38,97 Triliun, Serap Ribuan Tenaga Kerja
- Berkas P-21, Polsek Bengkong Pelimpahan Tahap II Tersangka Yehezkiel ke Kejari Batam
- Sambut HUT ke-81 RI, Pertamina Sumbagut Tebar Hadiah Spesial lewat MyPertamina
- Legenda Timnas Turun Gunung di Batam International Football Series 2026, Bangkitkan Gelora Sepak Bola Usia Dini
- Dorong Transparansi Lahan, BP Batam Apresiasi Puluhan Penerima Alokasi Lapor Mandiri via LMS
- Sinergi BP Batam dan Ombudsman RI: Perkuat Pelayanan Publik demi Dongkrak Daya Saing Investasi
- Lestarikan Tradisi Perantauan, Punokawan Batam Sajikan Lemper Raksasa 1,5 Meter di Ritual Rebo Wekasan
- Sinergi Tripartit di Kepri: Media, Jaksa, dan BPD Kolaborasi Wujudkan Desa Akuntabel
Siapkan Generasi Emas 2045, Rempang Bakal Hadirkan Kawasan Pendidikan Terintegrasi Modern

Keterangan Gambar : Sejumlah pemangku kepentingan Kota Batam melakukan peninjauan langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang, Selasa (14/7/2026). /arsip BP Batam
KORANBATAM.COM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengawal ketat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih yang berlokasi di kawasan Rempang. Proyek kawasan pendidikan terintegrasi yang berdiri di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektar ini merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) dan mendapat atensi penuh dari Presiden Prabowo Subianto.
Pembangunan sekolah ini ditujukan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan akses pendidikan gratis berstandar tinggi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat Merah Putih bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk karakter bangsa dan membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan bagi industri.
“Sekolah Rakyat Merah Putih menjadi bagian penting dalam menyiap generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tengah pesatnya kemajuan industri. Kita ingin anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi tetap memperoleh pendidikan berkualitas,” ujar Amsakar, Minggu (2/8/2026).
Fokus Pemenuhan Perizinan dan Tahapan Lapangan
Saat ini, proses pembangunan memasuki tahap krusial, yakni pemenuhan persyaratan administratif dan legalitas teknis. BP Batam memastikan seluruh prosedur hukum dan lingkungan dipenuhi secara akuntabel agar tahapan konstruksi tidak menghadapi hambatan di kemudian hari.
Beberapa dokumen perizinan yang tengah dirampungkan meliputi:
• Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR)
• Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
• Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)
Sementara itu, untuk penanganan teknis di lapangan, pekerja saat ini terfokus pada pemagaran kawasan serta langkah antisipasi awal berupa sistem pengendalian dan pencegahan potensi banjir.
Sementara itu, untuk penanganan teknis di lapangan, pekerja saat ini terfokus pada pemagaran kawasan serta langkah antisipasi awal berupa sistem pengendalian dan pencegahan potensi banjir.
Amsakar menambahkan, setelah seluruh perizinan rampung, pembangunan fisik akan dilakukan secara bertahap dengan target penyelesaian secara menyeluruh pada tahun 2028. Dalam setiap prosesnya, BP Batam mengedepankan pendekatan komunikasi yang humanis kepada masyarakat sekitar.
“Kami tidak ingin pembangunan dimulai tanpa legalitas hukum dan teknis yang tuntas. Sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, melainkan membangun masa depan generasi Batam untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional,” tegasnya.
Penekanan Pendidikan Vokasi menuju Indonesia Emas 2045
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan bahwa kehadiran sekolah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Selain sarana-prasarana pembelajaran modern dan pembentukan karakter, sekolah terintegrasi ini menekankan pada pendidikan vokasi pendidikan yang berfokus pada penguasaan keahlian praktis yang langsung terserap dunia kerja.
“Pemerintah ingin memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapat fasilitas dan mutu pendidikan yang layak. Dengan pembekalan vokasi yang mumpuni, mereka akan memiliki daya saing tinggi untuk menjawab tantangan dunia kerja di era kemajuan teknologi saat ini,” jelas Li Claudia.
(red)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴



















































































