- Listrik Batam Pulih 100 Persen, BP Batam Kawal Pemulihan Air dan Sektor Industri
- OPINI: Menakar Kejadian Blackout PLN Batam: Murni Gangguan Teknis dan Pentingnya Mitigasi Sistemik
- Di Balik Patroli Simpatik Yonif 136/TS di Puncak Senyum: Jaga Keamanan, Merawat Kesejahteraan
- Olahan Limbah Ikan Pesisir Nongsa Batam Tembus Pasar Malaysia dan Singapura
- BP Batam Gandeng Ombudsman RI, Akselerasi Layanan Publik dan Kepastian Investasi
- Lanud Hang Nadim Guyur Bantuan Air Bersih untuk Warga Sambau Batam
- Mati Listrik di Kepri, Kapolda Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Hoaks dan Minta PLN Evaluasi
- Banjir Susulan Terjang Padang, Pertamina Pasok Sembako dan LPG Dapur Umum
- Kodaeral IV Siagakan Pasukan dan Alutsista, QRNC Resmi Dibentuk Tanggap Bencana
- Tingkatkan Kepercayaan Publik, Polda Kepri Rilis Slogan Polisi Bersama Masyarakat
Singapura hingga Korsel Dominasi Pasar, Amsakar-Li Claudia Perkuat Status BP Batam Sebagai Single-Window Regulator

Keterangan Gambar : Kepala BP Batam, Amsakar Achmad (kanan) dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. /arsip BP Batam
KORANBATAM.COM - Kinerja investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam terus menunjukkan tren positif sepanjang paruh pertama tahun 2026. Di bawah kepemimpinan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengakselerasi transformasi layanan guna menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkepastian hukum.
Berdasarkan pencatatan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi pada Semester I 2026 telah menembus angka Rp38,97 triliun. Capaian tersebut setara dengan 55,67 persen dari total target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp70 triliun.
Sementara itu, merujuk data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam tercatat sebesar Rp29,89 triliun. Angka ini ditopang oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp12,09 triliun.
Kepercayaan investor global juga tercermin dari peta komposisi negara asal investasi pada Triwulan II 2026. Singapura tampil sebagai penanam modal paling dominan, disusul oleh Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, dan Malaysia. Dominasi negara-negara ini menegaskan posisi strategis Batam dalam rantai pasok dan perdagangan kawasan Asia.
Fokus Kepastian Hukum dan Single-Window Regulator
Merespons tren positif tersebut, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pertumbuhan angka investasi harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pelayanan publik dan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.
“Kami ingin memastikan investor mendapatkan kepastian dalam berusaha. Oleh karena itu, pembenahan regulasi dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian penting dari transformasi yang terus kami lakukan agar investor merasa aman dan nyaman mengembangkan usahanya di Batam,” ujar Amsakar, Senin (31/8/2026).
Amsakar menambahkan, langkah transformasi ini diperkuat dengan penegasan peran BP Batam sebagai single-window regulator di kawasan KPBPB Batam. Dari sisi tata ruang dan kawasan, fokus pengembangan diarahkan pada penguatan ekosistem industri masa depan, seperti sektor manufaktur, logistik internasional, industri digital dan kreatif hingga industri ringan non-kimia.
“Fokus kami tidak hanya membenahi penataan dan pengembangan kawasan, tetapi bagaimana agar kinerja investasi yang kian baik ini dapat memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Artinya, investasi yang hadir harus mampu memperkuat industri, menciptakan peluang ekonomi, dan memberikan nilai tambah bagi Batam,” tegasnya.
Sinergi Demi Manfaat Ekonomi Luas
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar dampak pertumbuhan investasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Batam.
Dengan transformasi layanan yang tengah diprioritaskan, Li Claudia optimistis kinerja perekonomian Batam akan terus meningkat secara berkelanjutan hingga akhir tahun 2026.
“Kami menyadari bahwa membangun Batam tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kepercayaan dan kerja sama antara pemerintah, investor, pelaku usaha, dan masyarakat. Mari kita bahu-membahu agar perekonomian di Batam bisa tumbuh lebih baik,” tutur Li Claudia.
(Redaksi KoranBatam)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴





















































































