Strategi BP Batam Amankan Pasokan Air di Tengah Musim Kering, Masyarakat Diminta Bijak Gunakan Air
KORANBATAM.COM 08 Agu 2026, 19:01:22 WIB
dibaca : 296 Pembaca SOROTAN BATAM
Strategi BP Batam Amankan Pasokan Air di Tengah Musim Kering, Masyarakat Diminta Bijak Gunakan Air

Keterangan Gambar : Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano. /arsip BP Batam


KORANBATAM.COM - Rendahnya curah hujan yang melanda kawasan Batam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada penurunan volume air di Waduk Nongsa. Kondisi ini secara langsung memicu penurunan kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa.

Menyikapi tantangan alam tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat mengambil langkah strategis. Bersama dengan Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BP Batam dan mitra pengelola PT Air Batam Hilir (ABH), serangkaian tindakan teknis disiapkan untuk memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat dan kawasan industri tetap aman serta berlanjut.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan bahwa, pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah ketergantungan sumber air yang sepenuhnya mengandalkan waduk penampungan hujan.

“Kami terus mengoptimalkan sistem pelayanan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga. Kendati kapasitas produksi IPAM Nongsa terdampak, proses pengolahan dan distribusi air tetap berjalan optimal serta wajib mengacu pada standar baku mutu yang berlaku,” ujar Denny di Batam Center, Sabtu (8/8/2026).

Langkah Antisipasi: Interkoneksi dan Penyesuaian Jam Layanan

Untuk meminimalisasi dampak kekeringan, khususnya bagi wilayah ujung jaringan (end-line), BP Batam telah mengaktifkan skema interkoneksi jaringan pipa. Strategi ini memungkinkan pasokan air disalurkan dari IPAM lain yang kapasitasnya masih memadai.

Meskipun demikian, Denny tidak memungkiri bahwa rekayasa distribusi ini dalam kondisi tertentu berpotensi memicu penyesuaian atau pergeseran jam layanan pelanggan di beberapa wilayah.

Di samping itu, ia juga meluruskan simpang siur informasi mengenai pasokan air di kawasan strategis Nongsa Digital Park (NDP). Denny menegaskan bahwa aktivitas operasional NDP tidak terganggu oleh penurunan volume Waduk Nongsa.

“Pasokan utama untuk Nongsa Digital Park sebenarnya bersumber dari jaringan Waduk Duriangkang. Waduk Nongsa di sana hanya berfungsi sebagai sumber penunjang (support),” terangnya.

Solusi Jangka Panjang: Penambahan Kapasitas hingga Teknologi SWRO

Guna mengimbangi pesatnya pertumbuhan penduduk dan laju investasi industri di Batam, BP Batam tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek. Berbagai proyek penguatan infrastruktur air minum jangka panjang kini tengah dipacu.

Salah satu proyek berjalan tahun ini adalah pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) baru di Sei Ladi dengan penambahan kapasitas produksi hingga 50 liter per detik. Selain itu, penguatan interkoneksi antarwaduk terus ditingkatkan agar distribusi air ke kawasan-kawasan rentan seperti Nongsa menjadi lebih fleksibel dan stabil.

Tak berhenti di situ, BP Batam mulai menjajaki pemanfaatan teknologi modern di luar waduk konvensional, yakni Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) teknologi desalinasi yang mampu mengolah air laut menjadi air bersih siap konsumsi.

Imbauan Penghematan Air

Menutup keterangannya, BP Batam mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga ketahanan air daerah dengan menerapkan pola konsumsi yang bijak dan efisien.

“Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menghemat penggunaan air, memastikan tidak ada kebocoran di instalasi rumah tangga, serta menghindari pemborosan. Partisipasi masyarakat sangat krusial dalam menjaga kestabilan pasokan air untuk kita bersama,” pungkas Denny.

 

(Redaksi KoranBatam)




- ▴-▴JNE BATAM ▴JNE BATAM▴- ▴-▴
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;