- Batam Blackout Senin Pagi, PLN Buru Penyebab Gangguan dan Opsi Pemulihan
- Rotasi Besar-besaran di Polda Kepri: Enam Dir dan Kabid Resmi Berganti Posisi
- Sasar 2 Titik Rawan di Batam, Ditresnarkoba Polda Kepri Ciduk 21 Positif Narkoba
- Permudah Akses Warga ke Tanjung Banon, BP Batam Siapkan Rute Trans Batam hingga Armada Kapal
- BP Batam Pacu Solusi Krisis Air Nongsa: Dari Interkoneksi Pipa hingga Doa Bersama
- Razia THM Batam: Dua Remaja Terjaring, 7 Kelab Malam Ternama Disisir Petugas
- Film UNIFORM: Cinta di Balik Seragam Siap Tayang 22 Oktober, Angkat Pesona Batam ke Layar Lebar
- Serah Terima Ibu Asuh Polwan Polda Kepri: Fokus Perkuat Peran Operasional dan Kepemimpinan
- Polsek Bengkong Salurkan Paket Sembako Kapolresta Barelang ke Kelompok Nelayan
- Kasrem 033/WP Hadiri Sertijab Kapolda Kepri, Komitmen Sinergitas TNI-Polri Makin Solid
Strategi BP Batam Amankan Pasokan Air di Tengah Musim Kering, Masyarakat Diminta Bijak Gunakan Air

Keterangan Gambar : Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano. /arsip BP Batam
KORANBATAM.COM - Rendahnya curah hujan yang melanda kawasan Batam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada penurunan volume air di Waduk Nongsa. Kondisi ini secara langsung memicu penurunan kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa.
Menyikapi tantangan alam tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat mengambil langkah strategis. Bersama dengan Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BP Batam dan mitra pengelola PT Air Batam Hilir (ABH), serangkaian tindakan teknis disiapkan untuk memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat dan kawasan industri tetap aman serta berlanjut.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan bahwa, pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah ketergantungan sumber air yang sepenuhnya mengandalkan waduk penampungan hujan.
“Kami terus mengoptimalkan sistem pelayanan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga. Kendati kapasitas produksi IPAM Nongsa terdampak, proses pengolahan dan distribusi air tetap berjalan optimal serta wajib mengacu pada standar baku mutu yang berlaku,” ujar Denny di Batam Center, Sabtu (8/8/2026).
Langkah Antisipasi: Interkoneksi dan Penyesuaian Jam Layanan
Untuk meminimalisasi dampak kekeringan, khususnya bagi wilayah ujung jaringan (end-line), BP Batam telah mengaktifkan skema interkoneksi jaringan pipa. Strategi ini memungkinkan pasokan air disalurkan dari IPAM lain yang kapasitasnya masih memadai.
Meskipun demikian, Denny tidak memungkiri bahwa rekayasa distribusi ini dalam kondisi tertentu berpotensi memicu penyesuaian atau pergeseran jam layanan pelanggan di beberapa wilayah.
Di samping itu, ia juga meluruskan simpang siur informasi mengenai pasokan air di kawasan strategis Nongsa Digital Park (NDP). Denny menegaskan bahwa aktivitas operasional NDP tidak terganggu oleh penurunan volume Waduk Nongsa.
“Pasokan utama untuk Nongsa Digital Park sebenarnya bersumber dari jaringan Waduk Duriangkang. Waduk Nongsa di sana hanya berfungsi sebagai sumber penunjang (support),” terangnya.
Solusi Jangka Panjang: Penambahan Kapasitas hingga Teknologi SWRO
Guna mengimbangi pesatnya pertumbuhan penduduk dan laju investasi industri di Batam, BP Batam tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek. Berbagai proyek penguatan infrastruktur air minum jangka panjang kini tengah dipacu.
Salah satu proyek berjalan tahun ini adalah pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) baru di Sei Ladi dengan penambahan kapasitas produksi hingga 50 liter per detik. Selain itu, penguatan interkoneksi antarwaduk terus ditingkatkan agar distribusi air ke kawasan-kawasan rentan seperti Nongsa menjadi lebih fleksibel dan stabil.
Tak berhenti di situ, BP Batam mulai menjajaki pemanfaatan teknologi modern di luar waduk konvensional, yakni Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) teknologi desalinasi yang mampu mengolah air laut menjadi air bersih siap konsumsi.
Imbauan Penghematan Air
Menutup keterangannya, BP Batam mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga ketahanan air daerah dengan menerapkan pola konsumsi yang bijak dan efisien.
“Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menghemat penggunaan air, memastikan tidak ada kebocoran di instalasi rumah tangga, serta menghindari pemborosan. Partisipasi masyarakat sangat krusial dalam menjaga kestabilan pasokan air untuk kita bersama,” pungkas Denny.
(Redaksi KoranBatam)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































