- MaxOne Hotel Batam Kembali Gelar Buffet Jom Merarau, Makan Siang Sepuasnya Cuma Rp99 Ribu
- Gebrakan Baru MaxOne Batam: Menginap 24 Jam Bebas Jam Check-in, Bayar Mulai Rp718 Ribu
- Gelar Pengamanan Terpadu, AKP Rio Ardian Pastikan Laga Pembuka Veteran Cup Bebas Gangguan
- Pos Nume Yonif 136/TS Gelar Pengobatan Gratis dan Bagi Pakaian untuk Warga Puncak Jaya
- Cegah Sajam dan Narkoba Masuk THM, Polsek Bengkong Ketatkan Pengawasan
- Kabut Asap Kepung Padang, Pertamina Bagikan 2.850 Masker Gratis
- BP Batam Bidik Investor Global di Medical Fair Asia 2026, Unjuk Potensi KEK Kesehatan
- Peringati HUT ke-81 TNI AL, Kodaeral IV Bikin Pulau Penyengat Lebih Ceria dan Sehat
- Rojer Kajol Meriahkan Puncak Hari Jadi ke-26 LAM Kepri Batam Malam Ini
- Siap Bersaing dengan 70 Negara, Angela Lillo dari Batam Bawa Kebudayaan Riau ke Miss Global 2026
Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah, RSUD Embung Fatimah Kini Mampu Operasi Pembuluh Darah Otak
Kemenkes Janjikan Bantuan Alat Canggih

Keterangan Gambar : Menkes-RI, Budi Gunadi Sadikin (tiga dari kiri baris kedua, baju batik coklat), foto bersama jajaran RSUD Embung Fatimah Kota Batam dalam agenda peninjauan, Jumat (28/8/2026). /iam/KoranBatam
KORANBATAM.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Kota Batam mencetak sejarah baru dalam dunia kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Rumah sakit milik pemerintah daerah ini berhasil melaksanakan operasi clipping aneurisma otak perdana, sebuah tindakan bedah saraf tingkat tinggi untuk menangani kelainan pembuluh darah otak.
Pencapaian medis tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes-RI), Budi Gunadi Sadikin, pada Jumat (28/8/2026). Kunjungan ini sekaligus menandai komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat transformasi layanan kesehatan rujukan di tingkat kota dan kabupaten.
Keberhasilan tindakan medis ini tidak lepas dari kolaborasi dan pengampuan intensif dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono Jakarta. Tim dokter bedah saraf RSUD Embung Fatimah, dr. Andi Nugraha Sendjaja, Sp.BS, berkolaborasi dengan dr. Muhammad Kusdiansah, Sp.BS dari RSPON untuk memastikan prosedur berjalan aman dan lancar.
Direktur RSUD Embung Fatimah, drg. Raden Roro Sri Widjayanti Suryandari menyampaikan bahwa, keberhasilan ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kepri. Selama ini, pasien penanganan stroke perdarahan atau aneurisma otak terpaksa harus dirujuk ke luar daerah seperti Pekanbaru, Medan hingga Jakarta.
“Hadirnya layanan ini membuat pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh. Hal ini sangat krusial mengingat penanganan kasus stroke membutuhkan penanganan yang cepat (golden period, red). Selain menyelamatkan nyawa lebih cepat, ini juga sangat membantu menekan beban biaya operasional keluarga pasien,” ujar drg. Roro dihadapan awak media saat gelar Konferensi Pers usai agenda.
Menkes-RI, Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi kebersihan dan kesiapan fasilitas RSUD Embung Fatimah yang dinilai sebagai salah satu RSUD terbaik di kawasan perbatasan. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Budi menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk menyokong kebutuhan sarana dan prasarana medis di RSUD Embung Fatimah secara bertahap.
Dukungan alat kesehatan canggih seperti mikroskop khusus bedah saraf, peralatan endoskopi, CT Scan hingga fasilitas penunjang operasi laparoskopi dipastikan akan didorong hingga 2027-2028. Langkah ini diambil guna memperkuat penanganan empat penyakit prioritas nasional (KJSU: Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefro).
Dengan terobosan ini, RSUD Embung Fatimah diharapkan tidak hanya menjadi benteng pelayanan kesehatan masyarakat lokal Batam, tetapi juga memperkuat posisi Kepri sebagai garda terdepan layanan medis yang mandiri dan terpercaya di Indonesia.
(iam /Redaksi KoranBatam)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴



















































































