Tegaskan Sinergi Lintas Instansi, Dankodaeral IV Kawal Pengungkapan Kasus Sabu Cair Raksasa dan Jutaan Rokok Ilegal di Kepri
KORANBATAM.COM 21 Agu 2026, 00:06:49 WIB
dibaca : 217 Pembaca CATATAN KRIMINAL
Tegaskan Sinergi Lintas Instansi, Dankodaeral IV Kawal Pengungkapan Kasus Sabu Cair Raksasa dan Jutaan Rokok Ilegal di Kepri

Keterangan Gambar : 10 ABK Myanmar pembawa 2,6 ton sabu cair dan 1,5 juta batang rokok ilegal saat dihadirkan dalam gelar Konferensi Pers di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam, Jumat (21/8/2026) siang. /iam/KoranBatam


 

 

 

 

 

 

 

Celah kejahatan lintas negara di wilayah perairan Kepulauan Riau (Kepri) kembali ditutup rapat. Tim gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Direktorat Jenderal Bea Cukai, dan Kepolisian Daerah (Polda) Kepri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan raksasa berupa 2,6 ton methamphetamine (sabu) cair di wilayah perairan strategis Kepri.

 

KORANBATAM.COM - Tak hanya mengamankan komoditas haram bernilai fantastis tersebut, operasi maritim ini juga menyita sekitar 1,57 juta batang rokok ilegal serta membekuk 10 orang awak kapal berkewarganegaraan Myanmar yang diduga kuat menjadi bagian dari jaringan sindikat internasional.

Kepastian pengungkapan kasus kakap ini disampaikan resmi dalam konferensi pers yang digelar di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam, Jumat (21/8/2026). Agenda tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IV, Laksamana Muda (Laksda) TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., beserta jajaran pimpinan instansi penegak hukum terkait.

Sinergitas Benteng Pertahanan Laut

Dalam kesempatan tersebut, Laksda TNI Berkat Widjanarko menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel gabungan yang bertugas di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan manifestasi nyata dari soliditas dan efektivitas kolaborasi lintas lembaga dalam mengamankan kedaulatan serta ketertiban wilayah laut Indonesia.

“TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral IV, senantiasa mendukung penuh setiap upaya pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran dan penyelundupan narkotika, khususnya yang memanfaatkan jalur laut,” tegas Berkat di hadapan awak media.

Ia menambahkan, karakteristik geografis Kepulauan Riau yang berada tepat di celah jalur pelayaran internasional menjadikan wilayah ini sangat sensitif dan rawan disalahgunakan oleh kartel kejahatan transnasional. Karena itu, pengawasan tidak lagi dapat dilakukan secara parsial.

Mempersempit Ruang Gerak Kejahatan Transnasional

Lebih jauh, Perwira Tinggi Bintang Dua TNI AL tersebut menggarisbawahi pentingnya pengawasan terpadu dan pertukaran data intelijen secara real-time antarinstansi untuk mempersempit ruang gerak para pelaku.

“Sinergitas, koordinasi, pertukaran informasi, dan kerja sama antarinstansi menjadi kunci vital untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan,” ujarnya menegaskan lagi.

Saat ini, 10 awak kapal asal Myanmar beserta seluruh barang bukti telah diamankan oleh otoritas berwenang guna menjalani pemeriksaan intensif serta proses hukum lebih lanjut sesuai regulasi yang berlaku di Republik Indonesia.

Keberhasilan operasi bersama ini sekaligus mempertegas komitmen kolektif seluruh instansi di Kepri untuk memperketat benteng maritim. Aparat berjanji tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi Kepulauan Riau untuk dijadikan jalur transit maupun pasar peredaran gelap narkotika demi menjaga iklim yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat.

 

 

(iam /Redaksi KoranBatam)




- ▴-▴JNE BATAM ▴JNE BATAM▴- ▴-▴
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;