Terombang-ambing Akibat Mati Mesin, Nelayan di Bintan Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan
KORANBATAM.COM 07 Jul 2026, 18:27:39 WIB
dibaca : 228 Pembaca DAERAH
Terombang-ambing Akibat Mati Mesin, Nelayan di Bintan Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan

Keterangan Gambar : Tim SAR Gabungan mengevakuasi seorang nelayan asal Bintan Utara usai kapalnya terombang-ambing dan hilang kontak di perairan Bintan Utara, Kepulauan Riau, Selasa (7/7/2026). /arsip Humas Basarnas TPI


KORANBATAM.COM - Aksi penyelamatan cepat yang dilakukan Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan membuahkan hasil manis. Seorang nelayan asal Bintan Utara, Septua Gesman Daeli (51 tahun), berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah sempat terombang-ambing dan hilang kontak di perairan Bintan Utara, Selasa (7/7/2026).

Insiden ini bermula ketika Septua berangkat memancing pada Senin (6/7/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Di tengah laut, mesin kapal yang ia tumpangi mendadak mati total hingga membuat lambung kapal oleng dipermainkan gelombang.

Situasi sempat kritis hingga akhirnya pada Selasa siang, sekira pukul 11.15 WIB, korban berhasil menghubungi sang istri untuk mengabarkan titik koordinat terakhir dan kondisi darurat yang dialaminya, sebelum kemudian komunikasi terputus sepenuhnya.

Mendapat laporan krusial tersebut dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Uban, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang langsung bergerak cepat. Langkah taktis precomm-excomm segera digelar guna mengoordinasikan pergerakan armada laut.

Tepat pukul 13.05 WIB, Tim Gabungan yang terdiri dari empat personel Rescue Unit Siaga SAR Tanjung Uban dan dua personel Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polres Bintan bertolak membelah ombak menggunakan RIB 04 Tanjung Uban menuju lokasi kejadian.

Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Eryk Subariyanto, menjelaskan bahwa, operasi ini mengombinasikan kekuatan tiga unsur kekuatan laut utama.

“Ada 3 unsur SAR yang kami kerahkan ke lokasi, yakni RIB 04 Unit Siaga SAR Tanjung Uban, KN 547 KPLP Tanjung Uban serta speedboat Pos AL Mentigi,” ujar Eryk dalam keterangan resminya.

Berkat akurasi data koordinat dan kesiapsiagaan personel di lapangan, pencarian tidak memakan waktu lama. Kurang dari satu jam sejak armada bertolak, keberadaan korban berhasil diidentifikasi.

“Pada pukul 14.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi selamat,” tegas Eryk.

Isak tangis haru menyambut kedatangan Septua saat dievakuasi menuju Dermaga Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban untuk kemudian diserahkan kembali kepada pihak keluarga.

Setelah memastikan korban dievakuasi dengan aman, seluruh unsur yang terlibat mulai dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Polairud Polres Bintan hingga Pos Angkatan Laut (Posal) Tanjung Uban menggelar debriefing untuk mengevaluasi jalannya pencarian. Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

 

(iam)




JNE BATAM JNE BATAM- -
Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

EKONOMI

;