- Komandan Kodaeral IV Terima Al-Quran dari Dewan Pembina Yayasan Muslim Sinar Mas
- Polisi Ringkus Buruh Bangunan Nyolong Motor di Bengkong Kolam
- Kapolsek Batuampar dan Bhayangkari Tebar Kebaikan Ramadan: Bagi Ratusan Takjil Gratis di Lampu Merah
- Momentum Cap Go Meh 2026, Li Claudia Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Alam
- BP Batam Hadirkan Pangan Terjangkau untuk Pegawai dan Masyarakat
- Asita Kepri Gelar Buka Bersama dan Ramadhan Charity 2026
- Terhentinya Petualangan Bandit Jalanan Perampas Gelang Emas Viral di Bengkong Batam
- Safari Ramadan di Pulau Karas, Amsakar Tekankan Semangat Kolaborasi Wujudkan Batam Madani
- 49 Ribu Peserta PBI JK Dinonaktifkan, BPJS Kesehatan Imbau Masyarakat Cek Status Kepesertaan
- BP Batam Gandeng Komunitas Promosikan WPP New Nagoya
Tingkatkan Wawasan, Swara Batam Belajar Budaya Melayu

Keterangan Gambar : Budayawan Batam, H Muhammad Zen menyampaikan materi kepada peserta dari Swara Batam saat mengikuti pembekalan budaya di kantor Disbudpar Batam, Senin malam (26/1/2026) malam. /Dok. Disbudpar Batam
KORANBATAM.COM - Budaya melayu adalah budaya asli Kota Batam, bentuk kecintaan para pembawa acara yang tergabung di Solidaritas Pembawa Acara (Swara) Batam melaksakan pembekalan budaya bertajuk Swara Berbudaya diprakarsai bidang sosial, budaya dan agama Swara Batam, pada Senin malam (26/1/2026), di kantor Disbudpar Batam.
Sebagai pemateri utama, Budayawan Batam, H Muhammad Zen, S.Pd dengan pemaparan berjudul merajut keindahan pesona melayu melalui berbusana dan kearifan local tepung tawar sebagai tradisi melayu.
Peserta dengan sangat antusias mendengarkan penjelasan juga aktif memberikan bertanya kepada narasumber.
Hadir sekaligis membuka acara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Drs Ardiwinata juga sebagai Pembina Swara.
“Kegiatan ini sangat penting bagi para anggota Swara Batam, dan juga merupakan garda terdepan dalam memandu acara termasuk yang bertemakan adat dan budaya melayu di Batam, dimana bumi dipijak disana langit dijujung,” ujarnya.
Sementara itu, Maharani Purba, Ketua Swara Batam menyampaikan bahwa, agenda ini akan berkelanjutan, demi peningkatan wawasan budaya para anggota swara tentang budaya Melayu, yang selalu memandu acara pernikahan, kebudayaan dan lainnya.
Bagian yang menarik adalah ketika materi terkait berbusana melayu, yang langsung dipraktekkan oleh datuk Muhammad Zen.
Dihadapan para peserta seminar, seperti cara memakai kain samping untuk kaum pria, memahami jenis baju melayu untuk kaum pria, serta hal lain yang menarik untuk dibahas.
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi, kepada Swara Batam telah menginisiasi kegiatan yang baik dan positif ini, sebagaimana para pembawa acara di Batam hendaknya memahami budaya melayu yang kerap ditemui diberbagai acara khususnya pernikahan,” katanya lagi.
Adapun menjadi landasan budaya adalah Pokok Pikiran Kebidayaan Daerah (PPKD) yang berfokus pada 10 objek utama, di antaranya Tradisi lisan, Manuskrip, Adat Istiadat, Ritus (upacara), Pengetahuan tradisional, Bahasa, Permaianan rakyat, Seni Pertunjukan, Olahraga tradisional, Tekhnologi Tradisional.
Diakhir sesi, peserta sebanyak 35 perserta mendapatkan bekal berupa buku Sejarah Nong Isa, terbitan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau (Kepri) Kota Batam dari Kepala Disbudpar Batam.
(iam)
▴-▴


















































































