



- Bentuk Empati Kondisi Nasional, BP dan Pemkot Batam Batalkan Penyelenggaraan Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan ke-80
- BP Batam Pastikan Pekerjaan Drainase Rampung Bertahap Tahun Ini
- Ciptakan Protokol Profesional dan Berwawasan, BP Batam Selenggarakan Workshop Keprotokolan
- Amsakar Raih Penghargaan Baznas Award 2025, Komitmen Dukung Gerakan Zakat Nasional
- Satu Maling Motor Karyawan Swasta di Sagulung Batam Ditangkap, Eksekutor Masih DPO
- Suami Istri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos di Melcem Batam, Polisi Selidiki Kasus Ini
- Sales Counter JNE di IKN Diresmikan, Tanam 1.000 Pohon Dukung Kota Hutan Berkelanjutan
- Serap Aspirasi Satukan Sinergi Jaga Kamtibmas, Polsek Sagulung Ajak Ngopi Tokoh Warga Nias
- Warga Sakit Pencernaan di Lambung dan Empedu, Kapolsek Batuampar-Kanit Reskrim hingga Kepala Puskesmas Turun Membesuk
- BP Batam-Mayapada Resmikan Peletakan Batu Pertama RS Internasional Mabih di Sekupang
Minyak Limbah Hitam Cemari Pantai Nongsa, Diduga dari Kapal Terbakar

Keterangan Gambar : Terlihat pantai Kampung Melayu, Batu Besar, Nongsa, Batam dicemari limbah minyak hitam B3. /1st
KORANBATAM.COM - Polisi menduga limbah minyak hitam yang mencemari pantai Kampung Melayu, Batu Besar, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau berasal kapal yang terbakar di perairan Malaysia. Kapal itu diketahui terbakar pada Senin (1/5/2023) lalu.
“Diduga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) cair tersebut sementara berasal dari kejadian 2 hari yang lalu, sekira hari Senin kemarin, yang telah terjadi kebakaran di perairan Malaysia, kapal Motor Tanker (MT) Pablo berbendera Gabon rute China-Singapura,” kata Kombes Nasriadi, dilansir dari detiksumut, Rabu (3/5).
Nasriadi mengatakan, informasi yang diterima pihaknya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam bahwa, dilihat dari hasil satelit print pada tanggal 30 April 2023 ada tiga lokasi tumpahan minyak yang berada di OPL (outer port limit) Timur dengan luasan estimasi tumpah 13,70 kilometer.
“Menurut perkiraan kejadian cemaran di garis Pantai Kampung Melayu ini, punya hubungan dengan tumpahan yang terjadi di OPL Timur juga,” sebutnya.
Tidak hanya di sana, diduga limbah minyak hitam tersebut ada juga ditemukan di daerah labuh jangkar perairan Batuampar dan Tanjung Uncang, Batam.
Ditreskrimsus juga telah berkoordinasi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan DLH untuk melakukan penanggulangan sementara dan mencari tahu asal usul limbah tersebut.
“Tadi dari pihak KSOP melakukan penanggulangan sementara dengan menggunakan alat Absorbent Pad yang tujuannya untuk menyerap tumpahan minyak,” ujarnya.
(detik.com /red)

