- Dankodaeral IV Pimpin Peringatan HUT ke-81 TNI di Batam, Tekankan Pengabdian PRIMA
- Batam Krisis Air Baku Imbas El Nino Ekstrem, BP Batam Kebut Interkoneksi Pipa Duriangkang
- Gaya Hidup Bebas Dompet, CIMB Niaga Rilis OCTO untuk Pejuang Mimpi
- PajamASRun 2026 Segera Digelar, Hadirkan Lari Unik Berkostum Piyama
- Dari Pencuci Piring hingga GM: Perjalanan Ivan Bakara Nakhodai Properti Swiss-Belhotel Batam
- Sempat Kabur ke Bekasi, Pelaku Penggelapan Uang Kios Pasar BTC Bengkong Akhirnya Tumbang
- Jejak-Jejak Sang Komandan Brimob: Irjen Suhendri Pulang Kampung Pimpin Polda Kepri, Asep Safrudin Promosi Kabareskrim
- Dukung Garuda Raih Juara, Pemkot Batam Gelar Nobar Final Indonesia vs Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026
- Sentuh Hati Warakawuri dan Anak Yatim, Bhayangkari Batu Ampar Turun Usung Sembako
- Polda Kepri Ungkap Peran 11 Tersangka Bentrokan Setokok, Isu Stafsus dan Pembunuh Bayaran Didalami
Bermain Bola Voli Harus Terampil Teknik dan Taktik Agar Bisa Menang, Ini Strategi Serangan dalam Permainan Bola Voli

Keterangan Gambar : Pebola voli Indonesia Andriyanti (nomor punggung 18), saat melepas smash ke tim voli Korea pada pertandingan babak perempat final bola voli putri Asian Games 2018, di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018). Tim voli Korea Selatan menang dan melanjutkan ke semifinal.(Foto : kompas.com/Garry Andrew Lotulung)
KORANBATAM.COM - Permainan bola voli tidak hanya mengandalkan keterampilan teknik. Pada permainan tersebut juga membutuhkan strategi dan taktik yang baik dalam bertahan ataupun menyerang tim lawan. Secara garis besar, strategi pertahanan dalam permainan voli sangat mengandalkan kemampuan blocking dari tiap pemainnya. Karena strategi pertahanan bisa dilakukan oleh perseorangan, kelompok, maupun tim.
Menurut Reni Sulastriani, dalam Buku Menjadi Pemain Bola Voli Andal (2011), strategi serangan dalam permainan voli bertujuan untuk mematikan bola di area lawan, selain untuk mencetak poin dan memenangkan pertandingan.
Sama seperti strategi pertahanan, strategi serangan dalam permainan voli juga dilakukan oleh perseorangan, bekelompok serta dalam tim.
Bagaimana strategi serangan dalam permainan voli?
• Serangan dari perseorangan
Serangan ini biasanya dilakukan oleh pemain depan atau oleh smasher. Namun, pemain belakang juga bisa melakukan serangan dengan servis.
Jika servis dilakukan dengan tepat, bola akan dengan mudah mati di area lawan. Agar bisa berjalan dengan baik dan berhasil mencetak poin, berikut enam hal yang harus diperhatikan ketika menerapkan teknik serangan individu, dengan melakukan servis:
1. Servis dilakukan oleh penerima bola yang lemah.
2. Bola diarahkan dengan melakukan servis pada area lawan yang kosong.
3. Bola ditujukan pada pojok bagian belakang, dengan melakukan servis.
4. Servis diarahkan pada pengumpan yang berada di posisi belakang.
5. Bola diberikan dengan melakukan servis, pada pemain yang baru saja digantikan.
6. Sebaiknya melakukan servis dengan cara serta kecepatan yang berbeda, agar tim lawan tidak mudah membaca strategi serangan.

Keterangan gambar : Lapangan bola voli (Foto : Kemdikbud.go.id)
Selain melakukan servis, serangan secara perseorangan juga bisa dilakukan dengan melakukan smash. Arah datang dan tempat jatuhnya bola menjadi penentu dalam keberhasilan melakukan serangan.
Ada enam hal yang harus diperhatikan oleh seorang smasher saat akan melakukan serangan individu, yakni:
1. Bola ditempatkan pada area belakang yang kosong.
2. Lakukan smash dan arahkan pada area pertahanan lawan yang kosong atau lemah.
3. Berikan smash pada pemain yang jangkauan blocking-nya pendek.
4. Lakukan smash pada area blocking yang lemah.
5. Sebaiknya menggunakan teknik smash yang berubah-ubah, agar tim lawan tidak mudah membaca strategi serangan.
6. Gunakan teknik smash dengan kecepatan tinggi.
• Serangan secara berkelompok Serangan secara berkelompok dilakukan oleh dua hingga lima orang pemain. Strategi serangan ini dilakukan dengan melakukan umpan, smash serta pukulan.
• Serangan secara tim
Strategi serangan ini dilakukan oleh semua pemain dalam satu tim. Ada tiga formasi yang bisa dalam stategi serangan secara tim dalam permainan voli.
° Formasi 3:3
Formasi ini juga sering dikenal sebagai formasi berpasangan karena ada sepasang peran dalam sebuah tim voli. Formasi ini memiliki tiga peyerang utama serta tiga orang setter. Formasi ini jarang digunakan karena akan menciptakan ruang pertahanan yang lemah.
Selain itu, formasi ini juga membuat blocker merasa kewalahan dalam melakukan blocking.
° Formasi 2:2:2
Jenis formasi ini paling sering digunakan dalam pertandingan voli, karena pembagian tugasnya lebih merata. Dua orang pemain serba bisa atau bisa melakukan blocking atau teknik lainnya.
Dua orang lainnya menjadi setter atau penyerang utama, sedangkan dua orang sisanya bisa menjadi penyerang.
° Formasi 1:5
Jenis formasi ini berarti tim hanya memiliki satu pemain sebagai setter khusus. Tiga orang menjadi pemain serba bisa dan dua orang lannya menjadi penyerang utama.
Sumber: Kompas
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴



















































































