- Hanya di Harris Barelang Batam, Staycation Hemat dengan Diskon 25 Persen hingga Akhir Tahun
- Atlet Layar Kepri Dapat Penghargaan Dankodaeral IV usai Sukses Raih Medali di Ajang Kejurnas
- Amsakar Tutup Kejuaraan Voli Piala Walikota 2026, Berikut Deretan Prestasi BP Batam
- Antisipasi Dampak El Nino Demi Jaga Ketahanan Air Baku
- Ratusan Pelukis Ikuti Event Gerakan Nasional Indonesia Raya Menggambar 2026
- Ifanko Dipercaya Jabat Wakil Ketua Peradin Kepri hingga 2029
- 166 SPPG Polri Siap Diresmikan Presiden Prabowo Serentak dari Kabupaten Tuban
- Kodim 0316 Batam Jadi Titik Sentral Kepri
- PLN Batam Perkuat Semangat Kartini lewat Donor Darah dan Edukasi Perempuan
- PLN Batam Umumkan Jadwal dan Lokasi Pemeliharaan Rutin Listrik Selasa 21 April 2026
Ardiwinata Bangga Ada Siswa Luar Negeri di Wisuda SMT School

Keterangan Gambar : Wisuda siswa SMT Cuisine & Patisserie School, Minggu (21/1/2024). /Disbudpar Batam
KORANBATAM.COM - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mewakili Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menghadiri wisuda siswa SMT Cuisine & Patisserie School, Minggu (21/1/2024). Dia mengaku bangga, sebab SMT School menjadi pilihan bagi siswa dari luar negeri.
“Ada kebanggan tersendiri, SMT School menjadi salah satu pilihan siswa luar negeri, tadi ada salah seorang yang diwisuda berasal dari Korea Selatan dan Malaysia,” akui Ardiwinata.
Ia mengungkapkan, SMT School sendiri memiliki peran penting di sektor pariwisata. Di mana, para lulusan SMT School memliki keahlian di bidang wisata kuliner.
“Ke depan, Batam bukan tak mungkin bisa jadi tujuan wisata edukasi, karena SMT School Menerima siswa dari luar negrti dan seluruh Indonesia,” katanya.
Sementara, Direktur SMT School, Petrik Go mengatakan bahwa, dalam kegiatan itu ada 57 siswa yang diwisuda dari total 66 siswa yang sudah menyelesaikan kegiatan belajar selama 6 bulan di SMT School.
“Para lulusan kami berasal dari berbagai macam kota, seperti Pontianak, Medan, Karimun, Bintan, Belakang padang, Jambi, Tanjungpinang, Pekanbaru, Sumatra Utara, Belitung, Sumbar, Magelang, Dabo Singkep dan Sukabumi. Kami juga memiliki siswa yang berasal dari luar negeri di batch 13 ini yaitu dari Korea selatan dan Malaysia,” ujarnya.
Adapun, SMT School pertama didirikan pada awal 2017 dan sertifikat resmi dikeluarkan untuk Yayasan SMT School pada tanggal 23 Juni 2017.
Adapun lulusan SMT Scholl minimal 70 persen lulusannya bisa menjadi Entrepeneur Chef/ Pengusaha dan sisanya dapat menjadi Chef Profesional di Hotel ataupun Restaurant.
“Setiap tahun Siswa-siswi kami dapat menang di ajang kompetisi masterchef dan kompetisi nasional-internasional,” katanya. (*)
▴-▴


















































































