- Panggung Megah dan Persaingan Ketat
- Investasi India di Batam Terus Melaju, Tembus Rp258,6 Miliar
- Tugas Pertama Duwis Encik Puan Batam 2026 Tampilkan Ragam Busana Melayu di Rapat Paripurna DPRD
- Satgas 136 Tuah Sakti Melangkah Bukan untuk Menaklukkan, Tetapi Menyatu dan Mengabdi di Bumi Cendrawasih
- Cerita Hari Palang Merah Internasional: Tanah Papua Tanah Pengabdian TNI Satgas 136 Tuah Sakti
- Rutan Batam Ikrar Bersih Gelar Razia dan Tes Urine
- TNI Kebut Pembangunan Jembatan Garuda di Karimun untuk Pulihkan Konektivitas
- CIMB Niaga Perkuat Kolaborasi dengan Agen Properti di Jawa Barat
- Bersama Delegasi Penjara Malaysia, Rutan Batam Perkuat Sinergi Lintas Negara di Pemasyarakatan
- Pertamina Sumbagut Perkuat Kesiap-siagaan Penanganan Darurat di SPBU
Limbah Minyak Hitam Kotori Wisata Lagoi, Danlantamal IV Tinjau Lokasi

Keterangan Gambar : Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, bersama Plt Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto saat meninjau langsung lokasi yang terkena limbah minyak hitam di Kawasan Wisata Lagoi, Bintan Utara. (Foto : Humas Dispen Lantamal IV Tanjungpinang)
KORANBATAM.COM, Bintan – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, bersama Plt Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto, Danrem 033/WP Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, Danlanud RHF Kolonel Pnb Andi Wijanarko, meninjau langsung lokasi terkena limbah minyak hitam di Kawasan Wisata Lagoi, Bintan Utara Kepri, Selasa (21/01/2020).
Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah mengatakan menilai pencemaran limbah minyak hitam (sludge oil) di Perairan Pulau Bintan, Kepulauan Riau, merupakan adanya unsur kesengajaan.
"Limbah tersebut berasal dari wilayah Out Port Limite (OPL), di Perairan perbatasan antara Provinsi Kepri, Singapura dan Malaysia yang dibuang secara sengaja oleh Kapal-kapal pada saat musim utara. Imbasnya, kini bekas kotoran oli itu terbawa arus dan mencemari kawasan resort dan pantai yang ada di Pulau Bintan," ujar Arsyad dihadapan awak media, Rabu (22/01/2020).
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya belum mengidentifikasi kapal tersebut berasal dari negara mana. Atas persoalan itu, TNI Angkatan Laut sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan patroli di kawasan tersebut.
"Namun, aktivitas pembuangan limbah biasa dilakukan saat kapal patroli sudah kembali ke dermaga," kata Arsyad.
Sementara itu, tercemarnya kawasan pesisir di Kabupaten Bintan akibat limbah minyak hitam beberapa waktu belakangan membuat para pengusaha wisata merasa tidak nyaman, karena berdampak terhadap kunjungan wisatawan yang mengakibatkan kerugian materil dan lainnya. (ilham)
▴-▴


















































































