- Tak Perlu Berlama-lama, Li Claudia Selesaikan Persoalan UWT Warga Puskopar
- Siapkan Tambahan Pasokan 709.120 Tabung
- Tingkatkan Human Capacity, 60 Peserta Ikuti Teknik Merias
- Progres Pergeseran Warga Rempang Eco-City: 242 Kepala Keluarga Tempati Hunian Baru Layak Huni
- Kepala BP Amsakar Apresiasi Peran Driver Online Jaga Nama Baik Batam
- Pertamina Sumbagut Dukung Sakkamadeha Kembangkan Tenun Ulos sebagai Kekuatan Ekraf Berkelanjutan
- Wartawan Kecewa saat Kunker Kapolda Kepri di Anambas, Aturan Protokoler Dinilai Berubah-ubah
- Satgas TNI 136 Tuah Sakti Bagikan Pakaian dan Sepatu untuk Warga Perbatasan
- Kampanyekan 30 & Beyond, Ascott Rayakan Tiga Dekade di Indonesia
- Lagi-lagi, Satgas Yonif 136 Tuah Sakti Anjangsana Beri Pakaian Warga di Pegunungan Papua
Detik-Detik Keberangkatan Pangkogabwilhan I, Bupati Anambas Lepas dengan Kesan Mendalam di Lanudal Matak

Keterangan Gambar : Bupati Anambas, Aneng (kiri), mengantar perjalanan Pangkogabwilhan I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo di runway sebelum mengudara, Sabtu (16/8/2025). /1st
KORANBATAM.COM - Suasana khidmat menyelimuti Landasan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Matak ketika pesawat yang membawa Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo beserta jajaran perlahan bergerak di runway sebelum mengudara, Sabtu (16/8/2025).
Di bibir landasan, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng berdiri tegap memberikan penghormatan, menutup rangkaian kunjungan yang padat namun hangat.
Sejak pagi, jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) bersama unsur Forkopimda dan aparat keamanan telah bersiaga. Prosesi pelepasan berlangsung tertib: salam hormat, jabat tangan hingga tepukan persaudaraan, mencerminkan eratnya sinergi antara pemerintah daerah dan komando kewilayahan.
“Atas nama Pemda dan masyarakat Kepulauan Anambas. Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan serta arahan strategis Pangkogabwilhan I beserta rombongan. Kami mohon maaf apabila dalam pelayanan masih terdapat kekurangan,” ujar Aneng, menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang humanis dan profesional.
Di apron Lanudal Matak, para prajurit membentuk formasi sederhana. Bendera satuan berkibar pelan tertiup angin laut, sementara suara mesin pesawat yang menggelegar menjadi latar dramatis.
Satu per satu protokol berjalan presisi melakukan pengecekan manifest, izin menara hingga isyarat marshaller. Para tamu melambaikan tangan, dibalas dengan hormat penuh oleh tuan rumah.
Aneng menambahkan, kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan penguatan koordinasi pertahanan dan keamanan yang juga mempererat kolaborasi pembangunan daerah kepulauan.
“Kami siap menindaklanjuti arahan yang diberikan, khususnya dalam penguatan kesiapsiagaan, pelayanan publik, dan dukungan terhadap tugas TNI di wilayah perbatasan,” tegasnya.
Begitu roda pesawat terangkat meninggalkan landasan, momen itu menjadi simbol komitmen bersama menjaga etalase terdepan NKRI di perbatasan.
Bagi masyarakat Anambas, perpisahan ini bukan sekadar pelepasan, melainkan penguatan semangat kebersamaan yang berpadu dengan keramahan khas masyarakat bahari.
“Terima kasih atas kepercayaan dan kebersamaan selama di Anambas. Kami selalu terbuka menerima masukan, dan sekali lagi, mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan,” tutup Aneng, sebelum jajaran pemerintah daerah membubarkan formasi dan aktivitas Lanudal Matak kembali berjalan seperti sediakala.
Dengan berlalunya pesawat di langit biru Anambas, berakhir sudah sebuah perjumpaan penuh arti-meninggalkan jejak kolaborasi, disiplin dan ketulusan pelayanan yang ingin terus dijaga di bumi perbatasan ini.
(red)
▴-▴



















































































