- Sambut Libur Sekolah, Pelni Tebar Diskon Tiket 30 Persen dan Dongkrak Kapasitas KM Kelud
- Batam Bersiap Gelar BIMAC ke-2, Magnet Marching Arts Asia Tenggara
- Gustian Juanda Putra Resmi Jabat Kasi Intel Kejari Batam yang Baru, Oklandy Badarudin Alwy Isi Posisi Kasubsi I Intelijen
- Teguhkan Komitmen Pelayanan Prima, Kasubsi Bimbingan Kegiatan Pimpin Apel Pagi Rutan Batam
- Sentuh Pelosok Puncak Jaya, Satgas Yonif Tuah Sakti Gelar Pengobatan Gratis di Kampung Iginikame
- Sentuhan Humanis Satgas Yonif 136 Tuah Sakti: Jadi Sahabat dan Keluarga Warga Lungguneri Papua
- 20 Jurnalis Terpilih dalam Program CIMB Niaga SJF 2026
- Pertamina IT Teluk Kabung Laksanakan Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pasumpahan, Semarakkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
- Kompetisi Liga Top Skor Batam 2026 Berakhir, Wagub Nyanyang Lepas 2 Klub Wakili Kepri di Level Nasional
- BP Batam Terima Audiensi Pengurus PMII, Bahas Isu Strategis Pembangunan
PLN Batam Sabet 4 Penghargaan dari ENSIA 2025

Keterangan Gambar : Perwakilan PLN Batam saat menerima penghargaan ENSIA 2025 di Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025). /Dok. PLN
KORANBATAM.COM - PT PLN Batam meraih empat penghargaan dari Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2025 yang digelar PT Sucofindo sebagai bagian dari IDSurvey.
Penghargaan ini menjadi gengsi bagi PLN Batam untuk memperkuat eksistensi sebagai perusahaan energi berorientasi keberlanjutan.
Adapun penghargaan yang diraih PLN Batam melalui unit PLTGU Tanjung Uncang itu di antaranya tiga tropi gold dan satu tropi platinum.
Tropi gold meliputi kategori efisiensi energi (inovasi dan lingkungan), perlindungan keanekaragaman hayati (inovasi lingkungan) serta pengurangan dan pemanfaatan limbah B3 (inovasi lingkungan). Adapun tropi platinum diraih untuk kategori inovasi sosial.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo menilai ENSIA menjadi bukti komitmen PLN Batam dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. Penghargaan ini relevan dengan visi Net Zero Emission dan SDGs Indonesia.
“PLN Batam telah melakukan berbagai inovasi untuk mendukung target tersebut. Program efisiensi energi diterapkan di sejumlah unit pembangkit guna menekan emisi karbon, memberi dampak langsung bagi ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ucap Kwin Fo.
“Penghargaan ENSIA ini merupakan pengakuan atas komitmen PLN Batam dalam menjalankan praktik bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial,” ungkapnya.
Kwin Fo menegaskan, pencapaian ini bukan semata kerja manajemen, melainkan hasil kerja keras seluruh insan PLN Batam.
Ia menyebut, dukungan pemangku kepentingan juga sangat menentukan keberhasilan program yang dijalankan. Penghargaan ENSIA akan menjadi pemicu semangat baru bagi perusahaan.
Selain sebagai bentuk pengakuan, ENSIA dianggap sebagai dorongan untuk melahirkan inovasi-inovasi baru yang lebih berdampak. PLN Batam menargetkan penerapan program lingkungan dan sosial semakin luas dalam beberapa tahun ke depan.
Perusahaan ingin memastikan setiap inovasi tidak hanya berhenti pada tataran ide, tetapi memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan kebutuhan Batam yang terus tumbuh sebagai kawasan industri sekaligus kota berwawasan lingkungan.
“Penghargaan dari ENSIA menjadi motivasi bagi kami untuk terus menciptakan inovasi yang orisinal, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Batam,” katanya.
Sementara itu, Project Coordinator PROPER PT Sucofindo, Retno Suryani menegaskan, penghargaan diberikan untuk mendukung kebijakan strategis pemerintah.
Retno menyebut ENSIA diharapkan memicu semakin banyak terobosan baru. Menurutnya, dunia usaha memiliki peran besar dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi dan ekologi masa depan.
“Kita memberikan penghargaan kepada para pelaku usaha yang mempunyai inovasi untuk mendukung kebijakan strategis pemerintahan,” imbuhnya dalam keterangan pers yang dilansir RRI, Rabu (24/9/2025).
Ajang ini diikuti 178 pelaku usaha dan 56 local hero yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam inovasi lingkungan dan sosial.
Acara berlangsung di Jakarta Selatan, dan dibuka oleh Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Diaz Hendropriyono.
ENSIA digagas sebagai apresiasi tingkat nasional terhadap inovasi lingkungan dan sosial. Berbeda dengan penghargaan konvensional, ENSIA menekankan aspek orisinalitas, keberlanjutan serta keterlibatan masyarakat.
Fokus utamanya mendorong keseimbangan antara lingkungan, sosial, dan ekonomi. Upaya ini diwujudkan melalui solusi nyata seperti efisiensi energi, pengelolaan limbah, konservasi sumber daya, hingga penerapan ekonomi sirkular.
(red)
▴-▴




















































































