- Maling Motor Bersenjata Pisau Badik Diringkus Polisi Bengkong, Satu Masih Diburu
- Tingkatkan Kemampuan Tempur Prajurit, Kodaeral IV Gelar Latihan Menembak
- Batam Melesat, Realisasi Investasi Tembus Rp69 Triliun
- Ramadan 1447, Harris Hotel Batam Center-Resort Waterfront Hadirkan Iftar Delights
- Awali Tugas Barunya, Kapolres Bintan Sowan ke Kejari dan DPRD
- Menteri Pertanian Datang ke Tanjung Balai Karimun, Disambut Danrem Wira Pratama
- Bidik Turis Eropa, AirAsia Buka Penerbangan Langsung dari Batam ke Kuala Lumpur
- Akses Jalan Masih Terbatas
- Ardiwinata Dorong Asosiasi Peduli Hewan Jadi Penggerak Event MICE dan Wisata Berbasis Minat Khusus
- Rakor SMSI Kepri 2026: Merawat Kebersamaan Menguatkan Peran Media
Remaja 15 Tahun di Sagulung Batam Dinodai Pacar Sendiri, Pelaku Ditangkap

Keterangan Gambar : ilustrasi persetubuhan dan pencabulan. /1st
KORANBATAM.COM - Unit Reskrim Polsek Sagulung Polresta Barelang Polda Kepri Meranti mengungkap kasus terkait dugaan tindak kekerasan seksual terhadap remaja berusia 15 tahun 5 Bulan. Pelaku, seorang pemuda, AS (22 tahun) ditangkap polisi.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar lewat Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di dalam rumah di Kecamatan Sagulung, Kota Batam, pada Minggu (28/9/2025) malam.
Aksi bejat pelaku terjadi, ketika korban baru saja selesai mengerjakan tugas sekolahnya. Kala itu korban masuk ke kamar untuk beristirahat.
Sejurus kemudian pelaku yang tengah berbaring di samping korban lalu memaksa memeluk hingga akhirnya melakukan kekerasan seksual kepada korban (berhubungan badan, red).
“Antara korban dan pelaku ini hubungannya pacaran,” ucapnya saat dikonfirmasi KoranBatam via WhatsApp, Kamis (2/10) siang.
Aris mengatakan, pelaku diamankan pada Senin (29/9) dinihari setelah menerima laporan dari keluarga korban.
“Dalam penangkapan, kami menyita barang bukti antara lain pakaian milik korban,” ujar dia.
Pelaku kini sudah ditahan di Mapolsek Sagulung. Dia ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) juncto Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
“Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun,” tukasnya.
(iam)
▴-▴




















































































