- Satu Tahun Pengabdian Kodam XIX/Tuah Tambusai: Menunggal Bersama Rakyat, Mengabdi untuk Negeri
- Menyemai Bintang dari Mukakuning: Batam Grassroot Football Festival 2026 Jadi Pijakan Menuju Panggung Dunia
- Memperkuat Barisan Kamtibmas, Polsek Bengkong Rangkul Komunitas Driver Online SMB
- Basarnas Tanjungpinang Ungkap Data Kedaruratan Laut: 20 Laka Laut, 10 Meninggal, 6 Masih Hilang
- Memupuk Nasionalisme di Pegunungan Tengah Papua: Satgas Yonif 136/TS Bagikan Bendera Merah Putih
- Lewat Program Cadiak Pandai, Pertamina Sumbagut Sabet Penghargaan Platinum TJSL & CSR Award 2026
- Semarak HUT ke-81 RI: BP Batam Pamerkan Inovasi dan Unjuk Sinergi di Pawai Pembangunan
- Konferensi Pers Kodaeral IV: Kapal Bendera Tanzania Disergap, 1,3 Ton Ketamine dan 8 WNA Diamankan
- Upaya Satgas Yonif 136/TS Bangun Papua Damai lewat Silaturahmi Door to Door di Wongdama
- Kemanunggalan di Tengah Musibah: Prajurit TNI Padamkan Kebakaran Rumah Warga di Cibereng Indramayu
Bantah Ada Korban Jiwa, BP Batam Ajak Masyarakat Jaga Situasi Kondusif

Keterangan Gambar : Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait. /Dok. BP Batam
KORANBATAM.COM - Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait membantah kabar miring yang menyebutkan adanya korban jiwa pada peristiwa pengukuran Kawasan Rempang-Galang oleh personel keamanan gabungan.
Hal ini seiring maraknya isu miring yang berhembus di media sosial saat masyarakat berusaha memblokade ratusan personel di areal Jembatan 4 Barelang, Kamis (7/9/2023).
“Kabar itu tidak benar. Tidak ada korban jiwa. Untuk balita dan pelajar yang terhirup gas air mata telah mendapat pertolongan dari aparat kepolisian serta tim medis,” tegas Ariastuty.
Ia mengungkapkan, tindakan tegas dari personel keamanan gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Batam dilakukan akibat aksi provokatif yang dilakukan oleh oknum masyarakat yang tak bertanggungjawab.
Selain lemparan batu serta botol kaca ke arah petugas, beberapa masyarakat di areal rest area Simpang Rezeki juga mencoba melempari aparat dengan bom molotov saat hari mulai gelap.
Aksi anarki tersebut sangat disayangkan karena mampu melukai personel yang bertugas ataupun masyarakat sekitar yang berada di lokasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menerima dan mencerna pesan yang tersebar di media sosial. Hal ini bertujuan agar masyarakat Kota Batam tak terprovokasi dengan situasi terkini di Pulau Rempang,” pungkasnya. (***)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴



















































































