



- Satu Maling Motor Karyawan Swasta di Sagulung Batam Ditangkap, Eksekutor Masih DPO
- Suami Istri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos di Melcem Batam, Polisi Selidiki Kasus Ini
- Sales Counter JNE di IKN Diresmikan, Tanam 1.000 Pohon Dukung Kota Hutan Berkelanjutan
- Serap Aspirasi Satukan Sinergi Jaga Kamtibmas, Polsek Sagulung Ajak Ngopi Tokoh Warga Nias
- Warga Sakit Pencernaan di Lambung dan Empedu, Kapolsek Batuampar-Kanit Reskrim hingga Kepala Puskesmas Turun Membesuk
- BP Batam-Mayapada Resmikan Peletakan Batu Pertama RS Internasional Mabih di Sekupang
- Zest Hotel Harbour Bay Tawarkan Paket Spesial
- Ardiwinata Apresiasi Grand Wedding Expo Edisi 4 Kembali Digelar
- Perluasan Wilayah KPBPB Batam, BP Batam Gelar Konsultasi Publik Rancangan Perubahan PP 46 Tahun 2007
- BP Batam Dukung Upaya Perkuat Peran Insinyur Lokal
Hingga Saat Ini, Korban Longsor Sakura Garden Belum Ada Terima Bantuan dari Morning Bakery

Keterangan Gambar : Terlihat atap rumah bagian dapur milik salah seorang warga yang menjadi korban longsor, terbuka dan rusak parah. (Foto : istimewa)
KORANBATAM.COM, BATAM - Longsor yang terjadi di Komplek Perumahan Sakura Garden RT 002/RW 004, Blok G2 No. 04, 05, 06 dan 07, Kelurahan Kampung Seraya, Kecamatan Batuampar, Kota Batam pada Sabtu (20/6/2020) lalu, sampai saat ini para korban belum menerima ganti rugi atas kejadian tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu Perwakilan dari warga yang menjadi korban, Merlinda Putri. Ia mengaku sampai detik ini, belum ada bantuan dari pihak pabrik Morning Bakery. Padahal longsor tersebut telah menghancurkan bagian atap rumah tepatnya bagian dapur mereka.
“Belum ada mas. Kami belum menerima ganti rugi sepersen pun dari pihak atas (pabrik roti Morning Bakery),” kata Merlinda Putri, salah seorang korban yang dapur rumahnya hancur parah.
Atas kejadian tersebut, sambung Merlinda, ia mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Pasalnya, seluruh atap dapur serta sejumlah alat elektronik miliknya rusak diterjang air bercampur tanah pada pagi naas itu.
“Di hitung-hitung sekitar puluhan juta rupiah mas. Liat aja mas, bagian atap dapur hancur semua, belum lagi kulkas rusak terus yang lainnya,” ucapnya sedih.
Dari informasi yang didapat, bahwa korban didampingi Ketua RW dan Lurah setempat sudah bertemu dengan pihak pabrik roti Morning Bakery, namun pihak Morning Bakery hanya menawarkan sejumlah solusi agar kedepannya tidak terjadi longsor yang sama.
“Sudah mas, sudah jumpa dengan pihak Morning Bakery. Kami ditawarkan solusi agar tidak terjadi longsor kedepannya, karena ini kejadian ketiganya,” ujarnya.
Lanjut Merlinda, untuk solusi atau ganti rugi atas musibah yang terjadi sama sekali tak dibahas saat pertemuan itu. Sehingga mereka jadi bingung bagaimana memperbaiki kembali atas rumah-rumah yang hancur itu.
“Ya sekarang, posisi dapur kami tak beratap mas, plong gitu aja (terbuka). Kami berharap ada bantuan lah mas, untuk diperbaiki setidaknya,” tutupnya.
(iam)

