- Setelah Surabaya, CIMB Niaga Kembali Lagi Gelar Wealth XPO di Jakarta
- Gerak Cepat Bupati Aneng Tinjau Jalan Longsor Akibat Abrasi
- Latih Tempur Angkatan Laut ASEAN dan Amerika Serikat ke-2 Dimulai, Batam sebagai Lokasi Penyelenggara
- Pikori BP Batam Gelar Bakti Sosial Peringati Hari Ibu ke-97
- Peningkatan Kinerja dan Sinergi: Kedeputian Bandara, Pelabuhan dan Lalu Lintas Barang Gelar Retret
- BP Batam Raih Penghargaan Pioneer FTZ Management di BIG 40 Awards 2025
- Misi Dagang Provinsi Jatim dengan Kepri di Batam Catatkan Transaksi Tertinggi Capai Rp4,456 Triliun
- Transformasi Ketenagakerjaan: BP Batam Hadirkan Program si MANTAB untuk Industri
- Female DJ Lucyana dan Tia Bellis Bakal Meriahkan Anniversary ke-17 Golden Beach Batam, Catat Tanggalnya
- Momen Guyub Gubernur Khofifah Silaturahmi dengan Warga Kepri asal Jawa Timur
Kolaborasi Wamen Helvi, BP Batam dan BRI Wujudkan Ekosistem UMKM Berdaya Saing

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis (tiga dari kiri), menyambut Wamen UMKM RI, Helvi Yuni Moraza (paling kanan), saat pertemuan pada Rabu (12/11/2025). /Dok. BP Batam
KORANBATAM.COM - Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem pengembangan UMKM di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan pada Rabu (12/11/2025), yang dihadiri Wamen UMKM RI, Helvi Yuni Moraza dan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis beserta jajaran.
Utamanya, langkah ini didukung dengan data Sensus Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, yang mencatat 75.575 unit UMKM aktif di Batam hingga akhir 2024.
Jumlah tersebut menegaskan potensi Batam sebagai pusat pertumbuhan UMKM, ditunjang posisi strategisnya sebagai kawasan industri, perdagangan dan logistik internasional.
“UMKM merupakan pilar penting dalam menggerakkan perekonomian Kota Batam,” ucap Wamen Helvi.
Ia menambahkan, program kolaboratif ini akan dijalankan melalui tiga pilar utama yakni akses permodalan berkelanjutan, peningkatan kapasitas usaha serta penguatan peluang investasi dan kemitraan industri yang akan difasilitasi oleh BP Batam.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan pelaku usaha di Batam mendapatkan kemudahan akses permodalan, pendampingan berkualitas dan peluang pasar yang luas, termasuk melalui jejaring investasi di kawasan industri dan pariwisata Batam,” ujarnya.
Sementara itu, Fary Francis menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan komitmen BP Batam untuk menjadikan UMKM sebagai bagian integral dari ekosistem investasi di Batam.
“Kami memastikan setiap arus investasi yang masuk ke Batam dapat memberikan dampak langsung bagi pelaku UMKM,” kata dia.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, BP Batam juga tengah menyiapkan platform inventarisasi aset pengusahaan yang akan mempermudah pelaku UMKM dalam memanfaatkan aset-aset produktif milik BP Batam untuk kegiatan produksi, distribusi maupun kolaborasi bisnis.
Dengan demikian, Fary berharap kolaborasi ini dapat mendorong peningkatan ekspor Batam hingga 10 persen serta menjadi model kemitraan ideal dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing global, berbasis investasi dan berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. (*)
▴-▴
▴-▴


























































































