Natuna Adalah NKRI, Tak Ada Tawar Menawar

Reporter : Koran Batam 09 Jan 2020, 23:07:15 WIB NATUNA
Natuna Adalah NKRI, Tak Ada Tawar Menawar

Keterangan Gambar : Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo, di Fasilitas Labuh (Faslabuh), TNI Angkatan Laut Selat Lampa Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (08/01/2020) kemarin. (Foto : Dispen Lantamal IV Tanjungpinang)


KORANBATAM.COM, RANAI – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV, Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo, di Fasilitas Labuh (Faslabuh), TNI Angkatan Laut Selat Lampa Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (08/01/2020) kemarin.
 
Presiden RI didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, serta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Sebelum ke Faslabu TNI Angkatan Laut, Presiden RI mengunjungi ke Pelabuhan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT ) Selat Lampa. Disana Presiden RI mengadakan pertemuan dengan para Nelayan yang berada di 15 Kecamatan, di Kabupaten Natuna.

Presiden RI Ir H Joko Widodo menyampaikan secara tegas bahwa Natuna merupakan wilayah teritorial NKRI dan tidak ada istilah tawar-menawar tentang hal yang berkaitan dengan Kedaulatan.

"Tidak ada kapal asing yang masuk dalam teritorial Indonesia, yang ada hanya Kapal Asing yang masuk kedalam perairan ZEE Indonesia. Namun harus diingat, jika terdapat kapal Nelayan asing yang mencuri ikan di Perairan Indonesia, maka akan kita beri tindakan," ujar Presiden RI Ir H Joko Widodo, Kamis (9/01/2020).

Lanjut Presiden RI Menjelaskan SKPT diharapkan memiliki manfaat yang besar kepada Nelayan Lokal dan Pemerintahan Pusat. Yang mana Sumber Daya Alam yang ada di Natuna, dapat dimanfaatkan dengan baik serta harus terasa langsung manfaatnya kepada Nelayan dan masyarakat Natuna.
 
Selain itu, Presiden RI Ir H Joko Widodo meninjau KRI Usman Harun–359 dan KRI Karel Satsuitubun–356 juga meninjau Kapal Pengawas Perikanan Dirjen Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

Setelah meninjau Armada, Presiden RI beserta rombongan menuju Kantor Bupati Natuna. Kemudian Presiden RI menyerahan sertifikat tanah untuk rakyat. Presiden RI yang didampingi oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata ruang Republik Indonesia/Wakil Ketua Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra, Plt Gubernur Kepri H Isdianto, dan Bupati Natuna Drs H Abdul Hamid Rizal.

Sebagi informasi, bahwa pembagian sertifikat tanah ini merupakan program Presiden RI untuk masyarakat agar memiliki dasar hukum terkait kepemilikan hak atas tanah dan dapat dipergunakan dengan baik, sampai ke anak cucu nantinya.

Setelah dari Kantor Bupati Natuna, Presiden RI mengakhiri kunjungannya untuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Kepresidenan Boeing 737/A-001 Republik Indonesia.

Hadir dalam pengantaran tersebut Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono, Plt Gubernur Kepri H Isdianto, Pangdam I/BB Mayor Jendral TNI M Sabrar Fadhila, Pangkoopsau Marsekal Muda TNI Khairil Lubis dan Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto. (ilham)




Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook