- Kala Cangkir Kopi Meruntuhkan Canggung Antara Pimpinan Polisi dan Warga Kampung Tua
- Kado Kemerdekaan: Pertamina Tebar Promo Potongan Harga Bright Gas via Klik Indomaret
- Rapor Hijau Semester I 2026: Investasi Batam Tembus Rp38,97 Triliun, Serap Ribuan Tenaga Kerja
- Berkas P-21, Polsek Bengkong Pelimpahan Tahap II Tersangka Yehezkiel ke Kejari Batam
- Sambut HUT ke-81 RI, Pertamina Sumbagut Tebar Hadiah Spesial lewat MyPertamina
- Legenda Timnas Turun Gunung di Batam International Football Series 2026, Bangkitkan Gelora Sepak Bola Usia Dini
- Dorong Transparansi Lahan, BP Batam Apresiasi Puluhan Penerima Alokasi Lapor Mandiri via LMS
- Sinergi BP Batam dan Ombudsman RI: Perkuat Pelayanan Publik demi Dongkrak Daya Saing Investasi
- Lestarikan Tradisi Perantauan, Punokawan Batam Sajikan Lemper Raksasa 1,5 Meter di Ritual Rebo Wekasan
- Sinergi Tripartit di Kepri: Media, Jaksa, dan BPD Kolaborasi Wujudkan Desa Akuntabel
Operasi Ketupat 2025: Polda Kepri Tingkatkan Pengamanan dan Pelayanan Objek Wisata Pantai di Batam

Keterangan Gambar : Personel Operasi Ketupat Seligi 2025 Polda Kepri berbincang dengan salah satu pengunjung pantai Melayu, Kampung Kalat, Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (2/4/2025). /Polda Kepri
KORANBATAM.COM - Personel Operasi Ketupat Seligi 2025 Polda Kepri meningkatkan upaya pengamanan di area wisata pantai yang dipadati pengunjung selama libur Lebaran 1446 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para wisatawan yang menikmati momen liburan di pantai, Rabu (2/4/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Hubungan Masyarakat (Humas) Operasi (Ops) Ketupat Seligi 2025, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyampaikan, dalam upaya pengamanan ini personel Ops Ketupat Seligi 2025 Polda Kepri tidak hanya melakukan patroli rutin, tetapi juga memberikan imbauan secara langsung kepada para pengunjung.
Selain memberikan imbauan, personel Ops Ketupat Seligi 2025 Polda Kepri juga melakukan pemasangan bendera batas berenang di beberapa titik strategis di sepanjang pantai.
Pemasangan bendera merah larangan atau batas wilayah berbahaya berenang ini bertujuan untuk memberikan tanda visual yang jelas bagi para pengunjung tentang batas area yang aman untuk berenang.
“Kami ingin memastikan para wisatawan dapat menikmati liburan mereka dengan aman dan nyaman. Oleh karena itu, kami meningkatkan upaya pengamanan dan memberikan imbauan secara intensif,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/4).
Di kesempatan lain, Kepala Sub (Kasub) Satgas Search and Rescue (SAR) Ops Ketupat Seligi 2025, Ipda Miftachul Munir turut pula mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan diri dan keluarga saat beraktivitas di area pantai.
“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kerjasama masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama libur lebaran ini,” ucapnya.
Salah satu pengunjung, Siti mengucapkan rasa terima kasih dan rasa senang dengan kehadiran bapak-bapak polisi. Mereka sangat membantu dan memberikan rasa aman bagi warga dan pengunjung objek wisata.
“Adanya imbauan dan pemasangan bendera merah larangan/batas berenang sangat membantu kami untuk lebih waspada dan menjaga anak-anak kami,” kata dia di Pantai Melayu, Kampung Kalat, Pulau Rempang, Batam.
Adapun imbauan yang diberikan pihak kepolisian meliputi pentingnya berenang di area yang aman, kewaspadaan terhadap arus laut, pengawasan terhadap anak-anak dan penggunaan pelampung.
(iam)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































