- Kantor Cabang Syariah Pertama Berkonsep Bisnis Hybrid Resmi Diluncurkan CIMB Niaga di Aceh
- Perkuat Kolaborasi dalam Perang Media, Kadispen Kodaeral IV Ikuti Rakornispen di Mabes TNI
- BP Batam Dukung Pengembangan Pendidikan Vokasi, Dorong Peningkatan Kualitas SDM
- Sosialisasi Coretax Perkuat Kepatuhan Pajak Pegawai RSBP
- Sambut Bulan K3 2026, Pertamina Sumbagut Perkuat Budaya HSSE dan Zero Accident
- Barang Bukti 56,51 Gram Sabu Diblender Polres Anambas, Ringkus 2 Pria
- Polisi Sahabat Anak di Batam Kenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
- Edukasi Jantung Bawaan, RSBP Batam Dorong Deteksi Dini
- Delegasi Pemerintah Jerman Kunjungi BP Batam
- RSBP Batam Laksanakan Tindakan Penyakit Jantung Bawaan Anak dan Dewasa Tanpa Bedah Terbuka
Pasca-Aksi Masyarakat Blokade Jalan Masuk, Situasi Jembatan 4 Barelang Mulai Kondusif

Keterangan Gambar : Personel kepolisian menyingkirkan pohon yang sengaja ditebang oleh oknum masyarakat tak bertanggungjawab saat menghalangi jalannya tim pengukuran di Jembatan 4 Barelang, Batam, Kamis (7/9/2023). /BP Batam
KORANBATAM.COM - Situasi di Jembatan 4 Barelang, Batam perlahan mulai kondusif pasca-aksi masyarakat yang memblokade jalan masuk personel keamanan gabungan, Kamis (7/9/2023).
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ariastuty Sirait mengungkapkan bahwa, pihaknya telah mendapat laporan dari tim satuan tugas (Satgas) yang berada di lapangan.
“Untuk saat ini, situasi mulai kondusif di Jembatan 4 Barelang. Kami berharap, masyarakat dan tim yang bertugas selalu dalam kondisi sehat,” ujarnya melalui keterangan tertulis.
Meski demikian, Ariastuty tak menampik jika masyarakat di beberapa titik masih melakukan aksi protes terhadap pengukuran yang akan dilakukan. Khususnya areal menuju Kantor Camat Sembulang.
“Didapatkan informasi bahwa ada oknum yang sengaja menebang dan merusak pohon untuk menghalangi jalannya petugas. Kami harapkan, tidak ada lagi upaya merusak dan anarkis tersebut. Sangat disayangkan apabila kembali terjadi,” kata dia.
Dalam beberapa kesempatan, Ariastuty menjelaskan bahwa, pengembangan Kawasan Rempang akan melibatkan masyarakat setempat.
Sehingga, pihaknya mengajak agar masyarakat tak terpengaruh dengan informasi negatif yang telah beredar dari mereka yang tak bertanggungjawab.
“BP Batam sudah menyampaikan bahwa hak masyarakat terdampak pembangunan sudah diperhatikan. Semoga masyarakat bisa memahaminya,” pungkasnya. (***)
▴-▴



















































































