RSBP Mantapkan Persiapan Jelang Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam
Puluhan Dokter Berkompeten Telah Dipersiapkan

Reporter : Koran Batam 17 Jan 2020, 20:48:06 WIB KESEHATAN
RSBP Mantapkan Persiapan Jelang Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

Keterangan Gambar : Perwakilan Rumah sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam Muhammad Askar (kiri), Rumah Sakit Umum Daerah RSUD dr Soetomo Surabaya Spesialis Bedah Anak Konsultan Dr poerwadi SpBA (K), Orang tua Bayi Kembar Siam Ibu Suci Rizky dan Bapak Hidayat saat ditemui awak media di Ruang Pertemuan Lantai 4, Gedung B RSBP, Sekupang-Batam usai kegiatan. (Foto : ilham)


KORANBATAM.COM, Sekupang - Rumah sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, rencana akan melakukan Persiapan Operasi Pemisahan bayi Kembar Siam yang lahir secara normal di Rumah Sakit Santa Elisabeth, pada Sabtu (7/12/2019) lalu.

Direktur RSBP Sigit Riyarto yang diwakilkan Muhammad Askar mengatakan pada hari ini adalah persiapan dan penilaian untuk melakukan Operasi pemisahan bayi kembar siam dari RSBP Batam.

"Jadwal khusus adalah tim kita di rumah sakit dan dibantu oleh tim bedah kembar siam dari Rumah Sakit Umum Daerah RSUD dr Soetomo Surabaya. Jadi intinya persiapan dan penilaian, apakah kelengkapan yang akan kita lakukan," ujar Muhammad Askar Perwakilan Rumah sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam kepada KORANBATAM.COM saat ditemui awak media usai kegiatan acara, di Ruang Pertemuan Lantai 4, Gedung B RSBP, Sekupang-Batam, Jumat (17/01/2020) pagi sekira pukul 09.33 Wib.

Lanjut Askar menambahkan, Operasi ini akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Pihaknya tengah mempersiapkan segala sesuatunya untuk proses kelancaran proses pemisahan tubuh bayi kembar siam tersebut.

"Persiapan peralatan sudah siap dan tenaga medis juga. Tim Dokter khusus sekitar 30 orang. Persiapannya tinggal diskusi dan analisa dari tim dokter. Kemungkinan diperkirakan pada bulan Maret nanti kita akan lakukan operasi," ucap Muhammad Askar.

Bayi kembar siam yang akan menjalani proses pembedahan ini merupakan bayi perempuan dari ibu Suci Rizky dan bapak Hidayat warga Kavling Punggur, yang mana bayinya lahir secara normal di rumah sakit Santa Elisabeth, pada Sabtu (7/12/2019) lalu. Bayi ini hanya memiliki satu organ tubuh sehingga dipastikan jika pembedahan berjalan maka hanya satu yang bisa diselamatkan.

"Satunya menempel saja numpang organ tubuh dari yang satunya. Mungkin pemisahan embrio saat hamil tidak sempurna makanya satunya menempel dengan kondisi organ tubuh tak sempurna," terang Askar.

Karena kondisi inilah proses pemisahan bayi kembar siam ini cukup rumit, butuh analisa dan diskusi yang matang dari tim medis yang sudah dibentuk tadi. "Kalau dua-duanya memiliki organ tubuh semua mungkin lebih mudah tapi ini beda, satunya hanya nempel," kata Askar.

Meskipun demikian, kami tetap optimis proses pemisahan nanti berjalan lancar sebab pihaknya akan terus memantapkan persiapan operasi tersebut.

"Kami juga mohon doa dan dukungannya dari semua pihak, khususnya masyarakat Batam agar proses pemisahan berjalan dengan lancar," tutur Askar.

Askar menambahkan untuk Operasi Pemisahan bayi kembar siam ini akan memakai waktu kurang lebih 6-8 jam. terdiri dari Tim Keperawatan, Tim ICU, Tim Anastesi, Tim Bedah Anak, Tim Bedah Toraks, dan Tim Bedah Plastik.

"Tim medis yang akan menangani pembedahan ini terdiri dari 21 dokter RSBP Batam dan 10 dokter lain, yang didatangkan secara khusus untuk sama-sama melakukan operasi," ucap Askar.

Untuk kondisi bayinya itu sendiri sangat baik sampai saat ini. ASI-nya kuat sekali. Askar berharap semoga semuanya berjalan lancar.

Sementara itu Spesialis Bedah Anak Konsultan Rumah Sakit Umum Daerah RSUD dr Soetomo Surabaya, Dr Poerwadi SpBA (K) mengatakan kembar siam yang ditangani kali ini adalah kembar siam yang kedua di Batam. "Di Batam adalah jendela untuk Indonesia, dengan luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Jadi kali ini kita mendapatkan Rahmat dan berkah terhadap kasus kembar siam yang kemungkinan hidupnya itu besar dan bisa dipisahkan," kata Dr Poerwadi SpBA (K), Spesialis Bedah Anak Konsultan Rumah Sakit Umum Daerah RSUD dr Soetomo Surabaya.

"Tetapi kembar siam ini, yang satu tidak sempurna. Maka kami menyebutnya dalam bahasa Inggris adalah "Incomplete Conjoined Twins" (kembar siam yang tidak komplit). Dimana bayi yang satu, kepalanya kecil dan strukturnya tidak sempurna yakni otaknya kecil, tidak mempunyai Paru-paru, Usus, menempel pada induknya dalam arti lain mendapatkan asupan hidup dari induknya," sambung Dr Poerwadi SpBA (K).

Lanjut Dr Poerwadi menjelaskan, nantinya kita akan menolong untuk memisahkan dengan konsekuensi bahwa bayi yang tidak sempurna yang menempel tadi, walaupun dibiarkan tidak akan bisa hidup.

"Insyaallah harapannya besar, kami akan berusaha meningkatkan segala kemampuan yang ada, agar kedepannya kita bisa menangani persoalan apapun itu. Waktu untuk pemisahan adalah kita menunggu berat badan bayi hingga memenuhi persyaratan, paling minimal satu bayi beratnya 5 kg," ucap Dr Poerwadi.

Selanjutnya menurut Ketua Tim Kembar Siam Batam, dr Indrayati mengatakan itu biaya yang akan diperlukan untuk melakukan Operasi pemisahan bayi kembar siam ini diperkirakan minimal 1,1 milyar.

"Untuk persiapan sudah dilakukan, namun ada kendala dalam biaya karena biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Kami juga menyediakan penggalangan dana, bagi masyarakat khususnya yang ada di Batam dan umumnya diseluruh Indonesia bisa menyalurkan bantuannya untuk Operasi pemisahan bayi kembar siam, melalui Bank BRI, No Rek: 0331-01-006402-53-8, Atas nama Kembar Siam Kepulauan Riau. Mari ulurkan bantuan anda, karena sekecil apapun itu sangat berarti bagi kelancaran operasi bayi kembar siam yang akan melakukan Operasi pemisahan," pungkas dr Indrayati. (ilham)




Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook