- BP Batam Catat Capaian Positif, Siapkan Lompatan Pembangunan 2026
- Kisah Letkol Laut Firman Cahyadi: Dari Lulusan Terbaik Seskoal di Rusia hingga Komandoi KRI Frans Kaisiefo-368 Koarmada II
- BP Batam Tinjau Distribusi Air Bersih di Bengkong Harapan II
- CIMB Niaga Luncurkan CIMB Private Wealth
- Kolaborasi BPJS-Gojek, Pastikan Pengemudi Mitra Terlindungi dengan JKN
- Pelni Umumkan Realisasi Diskon Tiket Angkutan Natal-Tahun Baru Capai 99 Persen
- BP Batam: 681 Orang Terima SK Pegawai Tetap
- Akibat Nafsu Bejat, Kakek di Batam Cabuli Bocah 4 Tahun Anak Tetangga
- Tiga Dump Truck Tanpa Dokumen Nyaris Menyeberang Anambas-Bintan
- Remaja Batam Masuk Bui gegara Setubuhi Pacar Masih di Bawah Umur 4 Kali
Soft Launching Saung Budaya Batam, Wadah Baru Pelestarian Budaya di Kawasan Hutan Sekupang

Keterangan Gambar : Kadis Budpar Batam, Ardiwinata (dua dari kanan) dan Rudi, Penggagas sekaligus Pengelola (dua dari kiri) bersama dua penari bersua foto di depan tugu Saung Budaya Batam usia meresmikan destinasi wisata budaya baru, Kamis (31/7/2025). /Disbudpar Batam
KORANBATAM.COM - Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Batam, Ardiwinata bersama jajarannya mengunjungi dan meresmikan destinasi wisata budaya baru bernama Saung Budaya Batam hari ini, Kamis (31/7/2025).
Terletak di Jalan Kartini, Tanjungriau, Sekupang, tempat ini menghadirkan suasana alami karena berdiri di kawasan hutan yang asri dan menyimpan kekayaan budaya Nusantara.
Saung Budaya Batam bukan sekadar tempat wisata melainkan sebuah rumah budaya yang hidup. Tempat di mana seni tradisi dan warisan lokal dilestarikan, dirayakan dan dibagikan kepada masyarakat luas, bukan hanya pengunjung dari dalam negri namun juga dari luar negri.
Peresmian hari ini menjadi tonggak awal dari kolaborasi dalam edukasi serta pelestarian budaya lintas komunitas dan generasi.
Pengunjung yang membayar tiket masuk sebesar Rp100.000 langsung disuguhkan pertunjukan seni budaya yang beragam seperti pencak silat Melayu, tari persembahan, tari bagurau serta pertunjukan musik tradisional.
Pengunjung juga diajak mengenal dan memainkan angklung, alat musik khas Indonesia yang memiliki nilai edukatif tinggi.
Ardiwinata menyampaikan, pentingnya konsep pariwisata yang berkelanjutan dan berorientasi pada pelestarian lingkungan.
“Sekarang kepariwisataan itu arahnya ke kepariwisataan yang regeneratif, yaitu bagaimana pelestarian alam menjadi perhatian di setiap destinasi pariwisata. Tempat wisata ini adalah contoh nyata dari wisata yang regeneratif karena memanfaatkan kawasan hutan sebagai ruang pelestarian budaya dan alam sekaligus,” ungkapnya kepada KoranBatam.
Rudi selaku Penggagas sekaligus Pengelola Saung Budaya Batam menyebutkan bahwa, dalam waktu singkat tempat ini telah menarik perhatian banyak pihak.
“Kami baru mengelola ini sekitar dua bulan, dan sambutan masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri, cukup antusias. Baru beberapa hari Minggu dibuka, sudah hampir 200 pengunjung dari Malaysia datang dan menikmati pertunjukan kami,” ucapnya.
Dengan semangat unity in diversity atau keberagaman dalam kesatuan, Saung Budaya Batam diharapkan menjadi ruang yang dinamis bagi para seniman, praktisi budaya dan masyarakat umum untuk saling belajar, berkarya serta menunjukkan keindahan budaya Indonesia kepada dunia.
(iam)
▴-▴



















































































