- Maling Motor Bersenjata Pisau Badik Diringkus Polisi Bengkong, Satu Masih Diburu
- Tingkatkan Kemampuan Tempur Prajurit, Kodaeral IV Gelar Latihan Menembak
- Batam Melesat, Realisasi Investasi Tembus Rp69 Triliun
- Ramadan 1447, Harris Hotel Batam Center-Resort Waterfront Hadirkan Iftar Delights
- Awali Tugas Barunya, Kapolres Bintan Sowan ke Kejari dan DPRD
- Menteri Pertanian Datang ke Tanjung Balai Karimun, Disambut Danrem Wira Pratama
- Bidik Turis Eropa, AirAsia Buka Penerbangan Langsung dari Batam ke Kuala Lumpur
- Akses Jalan Masih Terbatas
- Ardiwinata Dorong Asosiasi Peduli Hewan Jadi Penggerak Event MICE dan Wisata Berbasis Minat Khusus
- Rakor SMSI Kepri 2026: Merawat Kebersamaan Menguatkan Peran Media
18 Fighter Beladiri Bertarung Sabtu Ini di Octagon Infinity Bengkong
Event Combat Perebutkan Sabuk Sang Juara Ryu Crazy Night Vol 1 Dimulai

Keterangan Gambar : Dua petarung Ryu Crazy Night saling berhadapan muka usai melakukan penimbangan berat badan tanda dimulainya event combat beladiri di Infinity Beach Club Bengkong, Golden City, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (2/5/2025) sore. /iam/KoranBatam
KORANBATAM.COM - Seiring olahraga beladiri yang lagi tren, bermunculan atlet-atlet pemula disana. Nah, Ryu Crazy Night Vol.1 kali ini hadir untuk mewadahi minat mereka.
Menariknya, event combat yang dihelat di Octagon Infinity Beach Club Bengkong, Golden City pada Sabtu (3/5/2025) besok, menghadirkan petarung-petarung yang berasal dari empat negara yakni Indonesia, Singapura, Malaysia dan Ghana dalam pertandingan tinju di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Chief Executive Officer (CEO) Ryu Crazy Night, Farid Irfan Sidik menuturkan, kompetisi tersebut akan mempertemukan 18 petarung dengan tiga aturan disiplin beladiri di antaranya Boxing, Kick Boxing dan Mixed Martial Arts (MMA).
“(Di Ryu Crazy Night Vol. 1, red) Itu ada 8 partai. Artinya ada 18 petarung, itu dari Malaysia, Afrika Barat juga ada. Nah untuk yang Indonesia itu ada dari Kepri, Jakarta dan Sumatera Utara atau Medan,” ucap Farid kepada KoranBatam usai gelar konferensi pers, Jumat (2/5).
Farid melanjutkan, kegiatan yang digelar selama satu hari mulai dari pagi hingga malam ini sekaligus menjaring bibit-bibit muda, khususnya dari Kepri dan Batam untuk bisa berkiprah secara nasional maupun internasional di dunia olahraga tinju.
“Konsep acaranya dapat terselenggara karena kami melihat Batam menjadi salah satu titik yang berpotensi untuk dilaksanakannya event-event seperti ini dengan skala Internasional,” ujar dia didampingi Coach Nur Hadi.
“Sayang kalau tidak kita kembangkan, dan juga menjadi ajang buat kawan-kawan atlet di Kepri untuk bisa bertemu dengan para pemain asing dari luar negeri, sehingga bisa menambah jam terbang. Target kita sih itu,” tambahnya lagi.
Perlu diketahui, Ryu Crazy Night merupakan ajang pertarungan beladiri yang diadakan untuk memperebutkan sabuk Sang Juara di panggung kejuaraan internasional.
(Wint3r /*)
▴-▴




















































































