- Tak Perlu Berlama-lama, Li Claudia Selesaikan Persoalan UWT Warga Puskopar
- Siapkan Tambahan Pasokan 709.120 Tabung
- Tingkatkan Human Capacity, 60 Peserta Ikuti Teknik Merias
- Progres Pergeseran Warga Rempang Eco-City: 242 Kepala Keluarga Tempati Hunian Baru Layak Huni
- Kepala BP Amsakar Apresiasi Peran Driver Online Jaga Nama Baik Batam
- Pertamina Sumbagut Dukung Sakkamadeha Kembangkan Tenun Ulos sebagai Kekuatan Ekraf Berkelanjutan
- Wartawan Kecewa saat Kunker Kapolda Kepri di Anambas, Aturan Protokoler Dinilai Berubah-ubah
- Satgas TNI 136 Tuah Sakti Bagikan Pakaian dan Sepatu untuk Warga Perbatasan
- Kampanyekan 30 & Beyond, Ascott Rayakan Tiga Dekade di Indonesia
- Lagi-lagi, Satgas Yonif 136 Tuah Sakti Anjangsana Beri Pakaian Warga di Pegunungan Papua
18 Fighter Beladiri Bertarung Sabtu Ini di Octagon Infinity Bengkong
Event Combat Perebutkan Sabuk Sang Juara Ryu Crazy Night Vol 1 Dimulai

Keterangan Gambar : Dua petarung Ryu Crazy Night saling berhadapan muka usai melakukan penimbangan berat badan tanda dimulainya event combat beladiri di Infinity Beach Club Bengkong, Golden City, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (2/5/2025) sore. /iam/KoranBatam
KORANBATAM.COM - Seiring olahraga beladiri yang lagi tren, bermunculan atlet-atlet pemula disana. Nah, Ryu Crazy Night Vol.1 kali ini hadir untuk mewadahi minat mereka.
Menariknya, event combat yang dihelat di Octagon Infinity Beach Club Bengkong, Golden City pada Sabtu (3/5/2025) besok, menghadirkan petarung-petarung yang berasal dari empat negara yakni Indonesia, Singapura, Malaysia dan Ghana dalam pertandingan tinju di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Chief Executive Officer (CEO) Ryu Crazy Night, Farid Irfan Sidik menuturkan, kompetisi tersebut akan mempertemukan 18 petarung dengan tiga aturan disiplin beladiri di antaranya Boxing, Kick Boxing dan Mixed Martial Arts (MMA).
“(Di Ryu Crazy Night Vol. 1, red) Itu ada 8 partai. Artinya ada 18 petarung, itu dari Malaysia, Afrika Barat juga ada. Nah untuk yang Indonesia itu ada dari Kepri, Jakarta dan Sumatera Utara atau Medan,” ucap Farid kepada KoranBatam usai gelar konferensi pers, Jumat (2/5).
Farid melanjutkan, kegiatan yang digelar selama satu hari mulai dari pagi hingga malam ini sekaligus menjaring bibit-bibit muda, khususnya dari Kepri dan Batam untuk bisa berkiprah secara nasional maupun internasional di dunia olahraga tinju.
“Konsep acaranya dapat terselenggara karena kami melihat Batam menjadi salah satu titik yang berpotensi untuk dilaksanakannya event-event seperti ini dengan skala Internasional,” ujar dia didampingi Coach Nur Hadi.
“Sayang kalau tidak kita kembangkan, dan juga menjadi ajang buat kawan-kawan atlet di Kepri untuk bisa bertemu dengan para pemain asing dari luar negeri, sehingga bisa menambah jam terbang. Target kita sih itu,” tambahnya lagi.
Perlu diketahui, Ryu Crazy Night merupakan ajang pertarungan beladiri yang diadakan untuk memperebutkan sabuk Sang Juara di panggung kejuaraan internasional.
(Wint3r /*)
▴-▴



















































































