- Sambut Libur Sekolah, Pelni Tebar Diskon Tiket 30 Persen dan Dongkrak Kapasitas KM Kelud
- Batam Bersiap Gelar BIMAC ke-2, Magnet Marching Arts Asia Tenggara
- Gustian Juanda Putra Resmi Jabat Kasi Intel Kejari Batam yang Baru, Oklandy Badarudin Alwy Isi Posisi Kasubsi I Intelijen
- Teguhkan Komitmen Pelayanan Prima, Kasubsi Bimbingan Kegiatan Pimpin Apel Pagi Rutan Batam
- Sentuh Pelosok Puncak Jaya, Satgas Yonif Tuah Sakti Gelar Pengobatan Gratis di Kampung Iginikame
- Sentuhan Humanis Satgas Yonif 136 Tuah Sakti: Jadi Sahabat dan Keluarga Warga Lungguneri Papua
- 20 Jurnalis Terpilih dalam Program CIMB Niaga SJF 2026
- Pertamina IT Teluk Kabung Laksanakan Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pasumpahan, Semarakkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
- Kompetisi Liga Top Skor Batam 2026 Berakhir, Wagub Nyanyang Lepas 2 Klub Wakili Kepri di Level Nasional
- BP Batam Terima Audiensi Pengurus PMII, Bahas Isu Strategis Pembangunan
Pererat Hubungan, Masyarakat Sembulang di Galang Ikuti Agenda Silaturahmi dan Sosial Keagamaan

Keterangan Gambar : Forum silaturahmi dan sosial keagamaan bersama masyarakat Kelurahan Sembulang, Galang, Batam, Kepulauan Riau, Senin (1/12/2025). /1st
KORANBATAM.COM - Masyarakat Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menggelar kegiatan silaturahmi dan sosial keagamaan. Mengusung tema membangun masyarakat harmonis dengan mengedepankan nilai-nilai keagamaan, agenda ini berlangsung meriah serta penuh kehangatan, Senin (1/12/2025).
Acara ini menjadi ruang penting bagi warga untuk mempererat hubungan sosial, memperkuat nilai-nilai keagamaan dan mewujudkan lingkungan yang rukun serta saling mendukung.
Kegiatan yang digelar di Masjid Al Fajri Sembulang tersebut dihadiri oleh Tokoh Agama Batam, Camat Galang, Kapolsek Galang serta warga dari berbagai kalangan.
Sejak pagi, suasana sudah dipenuhi dengan antusiasme masyarakat yang datang untuk ikut serta dalam rangkaian acara.
Silaturahmi terasa begitu kental saat warga saling menyapa, bertukar cerita, serta berbagi pengalaman mengenai peran penting nilai keagamaan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Dalam sambutan, Ketua Panitia, Sukri menyampaikan bahwa, kegiatan seperti ini menjadi penting untuk menjaga kekompakan warga.
“Nilai-nilai keagamaan seperti toleransi, empati, gotong-royong dan semangat saling menjaga adalah landasan utama dalam menciptakan masyarakat yang kuat,” ucapnya.
Forum ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali pentingnya kebersamaan di tengah tantangan zaman.
Di era yang semakin kompleks, dengan perkembangan teknologi, perubahan sosial serta dinamika masyarakat, nilai-nilai keagamaan tak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga menjadi kompas moral untuk menghadapi berbagai persoalan.
“Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan masyarakat Sembulang semakin solid, damai dan mampu menjaga harmoni sosial dengan menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai dasar dalam setiap langkah kehidupan. Semangat kebersamaan yang muncul diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh warga untuk terus membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Sukri.
Rangkaian kegiatan sosial keagamaan menjadi bagian yang paling ditunggu warga. Panitia menghadirkan Ustaz Ridwan, selaku Tokoh Agama Batam untuk memberikan materi dan praktek fardhu kifayah.
Dalam pemberian materi fardhu kifayah, Ustaz Ridwan menyampaikan bahwa, orang yang ingin belajar fardhu Kifayah ada dua sifat yaitu amanah (menutup segala bentuk aib dari jenazah) dan ta’zim (memuliakan jenazah).
“Dalam melaksanakan seluruh proses harus sesuai tuntunan syariat dengan menjaga kebersihan, ketertiban, adab, dan batasan aurat. Semua dilakukan dengan penuh rasa hormat kepada jenazah dan keluarganya,” terang Ustaz Ridwan.
Warga Sembulang terlihat antusias mengikuti sesi praktek fardhu kifayah yang dilakukan oleh Ustaz Ridwan dan tim. Sebab, pembelajaran keagamaan terkait fardhu kifayah belum pernah dilaksanakan dan yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali.
Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif, belajar tentang fardhu kifayah dan memahami bahwa masyarakat yang kuat dibangun dari kebersamaan serta pemahaman ilmu agama.
Di akhir kegiatan, panitia melakukan bakti sosial dengan pembagian beras dan alat tulis untuk warga dan anak-anak yang membutuhkan. Aktivitas ini tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga mendorong kesadaran sosial dalam diri setiap warga untuk lebih peduli satu sama lain. (*)
▴-▴




















































































