- Dankodaeral IV Pimpin Peringatan HUT ke-81 TNI di Batam, Tekankan Pengabdian PRIMA
- Batam Krisis Air Baku Imbas El Nino Ekstrem, BP Batam Kebut Interkoneksi Pipa Duriangkang
- Gaya Hidup Bebas Dompet, CIMB Niaga Rilis OCTO untuk Pejuang Mimpi
- PajamASRun 2026 Segera Digelar, Hadirkan Lari Unik Berkostum Piyama
- Dari Pencuci Piring hingga GM: Perjalanan Ivan Bakara Nakhodai Properti Swiss-Belhotel Batam
- Sempat Kabur ke Bekasi, Pelaku Penggelapan Uang Kios Pasar BTC Bengkong Akhirnya Tumbang
- Jejak-Jejak Sang Komandan Brimob: Irjen Suhendri Pulang Kampung Pimpin Polda Kepri, Asep Safrudin Promosi Kabareskrim
- Dukung Garuda Raih Juara, Pemkot Batam Gelar Nobar Final Indonesia vs Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026
- Sentuh Hati Warakawuri dan Anak Yatim, Bhayangkari Batu Ampar Turun Usung Sembako
- Polda Kepri Ungkap Peran 11 Tersangka Bentrokan Setokok, Isu Stafsus dan Pembunuh Bayaran Didalami
Amsakar Tekankan Generasi Emas Bebas Stunting

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya acara memperingati Hari Anak Nasional 2022 di aula Kantor Lurah Tanjung Piayu, Seibeduk. /Pemko Batam
KORANBATAM.COM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2022 di aula Kantor Lurah Tanjung Piayu, Seibeduk, Selasa (26/7/2022).
Amsakar menekankan peringatan HAN 2022 sebagai momen untuk terus menyiapkan generasi emas yang bebas dari stunting.
“Alhamdulillah, kali ini Rumah Zakat Kepulauan Riau peduli stunting dan siap bersama pemerintah menangani stunting di Batam,” ujarnya.
Untuk kasus stunting ini, kata dia, perkembangan anak di Batam jauh lebih baik. Bahkan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjuk Batam sebagai lokasi percontohan penanganan stunting.
“Tak hanya itu, Pak Wali (Wali Kota Batam, Muhammad Rudi) menandatangani surat pernyataan komitmen menyelesaikan persoalan stunting,” ujarnya.
Untuk menangani stunting, Batam sudah membentuk 1.632 orang tim pendamping untuk mengedukasi pemahaman bahwa anak yang akan lahir harus dijaga.
“Semua diberikan pelatihan. Sekarang, tim sudah terbentuk tenaga pendamping dan kesadaran ibu-ibu sudah muncul serta 21 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Batam sudah memahami tugasnya,” katanya.
Dengan semua pihak bergerak, ia optimistis penanganan Stunting di Batam akan berjalan sesuai rencana.
“Penanganan stunting tidak bisa dikerjakan sendiri, semua harus bekerja bersama-sama,” tutupnya.
Sumber: Pemko Batam
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































