- Batam Jadi Lokus Studi Sespimti Polri
- Penyelundupan 337 Ponsel Ilegal Senilai Rp3,76 Miliar Digagalkan
- Ini 20 Finalis Duta Wisata Cik dan Puan Batam 2026
- TNI Satgas Yonif 136 Kian Peduli Kesehatan, Lakukan Pengobatan Keliling di Kampung 55 Papua Tengah
- TNI Satgas Yonif 136 Bagi-bagi Baju untuk Anak-anak Papua Tengah
- Kecam Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi, Li Claudia: Ganggu Ekosistem Lingkungan
- Cegah Liarnya Kenaikan Harga BBM di Batam, Li Claudia Konsolidasikan Pelaku Usaha, Pertamina dan PLN
- BP Batam Rayakan Paskah Bersama Opa dan Oma di Graha Lansia Titian Kasih
- Tindak Lanjut Jumat Curhat Kapolresta Barelang soal Kenakalan Remaja, Polsek Bengkong Gerak Sambang Sekolah Cegah Pelajar Terjerat Hukum
- Kepala BP Batam Sambut Wali Kota Kupang, Dashboard Investasi Jadi Percontohan
Amsakar Tekankan Generasi Emas Bebas Stunting

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya acara memperingati Hari Anak Nasional 2022 di aula Kantor Lurah Tanjung Piayu, Seibeduk. /Pemko Batam
KORANBATAM.COM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2022 di aula Kantor Lurah Tanjung Piayu, Seibeduk, Selasa (26/7/2022).
Amsakar menekankan peringatan HAN 2022 sebagai momen untuk terus menyiapkan generasi emas yang bebas dari stunting.
“Alhamdulillah, kali ini Rumah Zakat Kepulauan Riau peduli stunting dan siap bersama pemerintah menangani stunting di Batam,” ujarnya.
Untuk kasus stunting ini, kata dia, perkembangan anak di Batam jauh lebih baik. Bahkan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjuk Batam sebagai lokasi percontohan penanganan stunting.
“Tak hanya itu, Pak Wali (Wali Kota Batam, Muhammad Rudi) menandatangani surat pernyataan komitmen menyelesaikan persoalan stunting,” ujarnya.
Untuk menangani stunting, Batam sudah membentuk 1.632 orang tim pendamping untuk mengedukasi pemahaman bahwa anak yang akan lahir harus dijaga.
“Semua diberikan pelatihan. Sekarang, tim sudah terbentuk tenaga pendamping dan kesadaran ibu-ibu sudah muncul serta 21 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Batam sudah memahami tugasnya,” katanya.
Dengan semua pihak bergerak, ia optimistis penanganan Stunting di Batam akan berjalan sesuai rencana.
“Penanganan stunting tidak bisa dikerjakan sendiri, semua harus bekerja bersama-sama,” tutupnya.
Sumber: Pemko Batam
▴-▴

















































































