- Maling Motor Bersenjata Pisau Badik Diringkus Polisi Bengkong, Satu Masih Diburu
- Tingkatkan Kemampuan Tempur Prajurit, Kodaeral IV Gelar Latihan Menembak
- Batam Melesat, Realisasi Investasi Tembus Rp69 Triliun
- Ramadan 1447, Harris Hotel Batam Center-Resort Waterfront Hadirkan Iftar Delights
- Awali Tugas Barunya, Kapolres Bintan Sowan ke Kejari dan DPRD
- Menteri Pertanian Datang ke Tanjung Balai Karimun, Disambut Danrem Wira Pratama
- Bidik Turis Eropa, AirAsia Buka Penerbangan Langsung dari Batam ke Kuala Lumpur
- Akses Jalan Masih Terbatas
- Ardiwinata Dorong Asosiasi Peduli Hewan Jadi Penggerak Event MICE dan Wisata Berbasis Minat Khusus
- Rakor SMSI Kepri 2026: Merawat Kebersamaan Menguatkan Peran Media
Oktober 2025 Ini, Batam Hidupkan Kembali Kompetisi Lomba Balap Perahu
Dorong Tren Wisata Bahari dan Ekonomi Daerah

Keterangan Gambar : Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata (kiri), memperlihatkan miniatur mainan Sea Eagle Boat Race, belum lama ini. /Disbudpar Batam
KORANBATAM.COM - Setelah tujuh tahun vakum, ajang balap perahu tradisional yang dulu menjadi kebanggaan Batam. Sea Eagle Boat Race akan kembali memeriahkan perairan Belakangpadang, Kepulauan Riau (Kepri).
Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam siap menggelar acara spektakuler ini pada Oktober 2025 mendatang dengan skala yang lebih besar dan dukungan internasional.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata menuturkan, Sea Eagle Boat Race sempat menjadi magnet utama pariwisata Batam, menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara.
“Dulu kepesertaan juga datang dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia hingga Kazakhstan. Tahun ini, kami juga kembali menggaet peserta dari berbagai negara,” ucap Ardi, panggilan akrabnya kepada KoranBatam, Jumat (18/7).
Optimistis tinggi mengiringi rencana kebangkitan event ini. Ardiwinata mengungkapkan, Malaysia sudah menyatakan kesiapannya untuk kembali ambil bagian.
Ia juga telah meninjau area dermaga sebagai titik awal (start) perlombaan serta mengecek kondisi sejumlah perahu yang akan direvitalisasi demi kelancaran kompetisi.
Lebih dari sekadar olahraga air, kata dia, Sea Eagle Boat Race diharapkan menjadi pemantik semangat untuk membangun kembali citra Maritime Tourism atau wisata bahari Batam yang sejalan dengan target ambisius Pemkot Batam yakni 1,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun ini.
“Kami ingin menggelorakan kembali semangat wisata bahari, dan yakin dari sini bisa lahir atlet-atlet dayung nasional dari Batam,” ujarnya.
Kabar baik juga datang dari tren kunjungan wisman yang mulai menunjukkan pemulihan signifikan.
Menurut Ardiwinata, rata-rata kunjungan bulanan kini telah menyamai angka sebelum pandemi Covid-19, yakni sekitar 150 ribu wisman per bulan, sebagaimana tercatat pada tahun 2019 lalu.
Untuk mendongkrak jumlah kunjungan dan dampak ekonomi, Disbudpar Batam juga akan berkolaborasi dengan berbagai agen perjalanan. Para wisman yang datang akan ditawarkan paket-paket wisata yang dikemas khusus seputar penyelenggaraan Sea Eagle Boat Race.
“Kami berharap efek berganda dari event ini, baik secara ekonomi, sosial maupun promosi daerah akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Semakin banyak wisman, maka semakin besar peluang masyarakat memperoleh penghasilan,” katanya.
Kembalinya Sea Eagle Boat Race tak hanya akan menandai kebangkitan event olahraga air tradisional, tetapi juga menjadi simbol pulihnya denyut pariwisata Batam pasca-pandemi.
(iam)
▴-▴




















































































