- Kala Cangkir Kopi Meruntuhkan Canggung Antara Pimpinan Polisi dan Warga Kampung Tua
- Kado Kemerdekaan: Pertamina Tebar Promo Potongan Harga Bright Gas via Klik Indomaret
- Rapor Hijau Semester I 2026: Investasi Batam Tembus Rp38,97 Triliun, Serap Ribuan Tenaga Kerja
- Berkas P-21, Polsek Bengkong Pelimpahan Tahap II Tersangka Yehezkiel ke Kejari Batam
- Sambut HUT ke-81 RI, Pertamina Sumbagut Tebar Hadiah Spesial lewat MyPertamina
- Legenda Timnas Turun Gunung di Batam International Football Series 2026, Bangkitkan Gelora Sepak Bola Usia Dini
- Dorong Transparansi Lahan, BP Batam Apresiasi Puluhan Penerima Alokasi Lapor Mandiri via LMS
- Sinergi BP Batam dan Ombudsman RI: Perkuat Pelayanan Publik demi Dongkrak Daya Saing Investasi
- Lestarikan Tradisi Perantauan, Punokawan Batam Sajikan Lemper Raksasa 1,5 Meter di Ritual Rebo Wekasan
- Sinergi Tripartit di Kepri: Media, Jaksa, dan BPD Kolaborasi Wujudkan Desa Akuntabel
Oktober 2025 Ini, Batam Hidupkan Kembali Kompetisi Lomba Balap Perahu
Dorong Tren Wisata Bahari dan Ekonomi Daerah

Keterangan Gambar : Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata (kiri), memperlihatkan miniatur mainan Sea Eagle Boat Race, belum lama ini. /Disbudpar Batam
KORANBATAM.COM - Setelah tujuh tahun vakum, ajang balap perahu tradisional yang dulu menjadi kebanggaan Batam. Sea Eagle Boat Race akan kembali memeriahkan perairan Belakangpadang, Kepulauan Riau (Kepri).
Dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam siap menggelar acara spektakuler ini pada Oktober 2025 mendatang dengan skala yang lebih besar dan dukungan internasional.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata menuturkan, Sea Eagle Boat Race sempat menjadi magnet utama pariwisata Batam, menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara.
“Dulu kepesertaan juga datang dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia hingga Kazakhstan. Tahun ini, kami juga kembali menggaet peserta dari berbagai negara,” ucap Ardi, panggilan akrabnya kepada KoranBatam, Jumat (18/7).
Optimistis tinggi mengiringi rencana kebangkitan event ini. Ardiwinata mengungkapkan, Malaysia sudah menyatakan kesiapannya untuk kembali ambil bagian.
Ia juga telah meninjau area dermaga sebagai titik awal (start) perlombaan serta mengecek kondisi sejumlah perahu yang akan direvitalisasi demi kelancaran kompetisi.
Lebih dari sekadar olahraga air, kata dia, Sea Eagle Boat Race diharapkan menjadi pemantik semangat untuk membangun kembali citra Maritime Tourism atau wisata bahari Batam yang sejalan dengan target ambisius Pemkot Batam yakni 1,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun ini.
“Kami ingin menggelorakan kembali semangat wisata bahari, dan yakin dari sini bisa lahir atlet-atlet dayung nasional dari Batam,” ujarnya.
Kabar baik juga datang dari tren kunjungan wisman yang mulai menunjukkan pemulihan signifikan.
Menurut Ardiwinata, rata-rata kunjungan bulanan kini telah menyamai angka sebelum pandemi Covid-19, yakni sekitar 150 ribu wisman per bulan, sebagaimana tercatat pada tahun 2019 lalu.
Untuk mendongkrak jumlah kunjungan dan dampak ekonomi, Disbudpar Batam juga akan berkolaborasi dengan berbagai agen perjalanan. Para wisman yang datang akan ditawarkan paket-paket wisata yang dikemas khusus seputar penyelenggaraan Sea Eagle Boat Race.
“Kami berharap efek berganda dari event ini, baik secara ekonomi, sosial maupun promosi daerah akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Semakin banyak wisman, maka semakin besar peluang masyarakat memperoleh penghasilan,” katanya.
Kembalinya Sea Eagle Boat Race tak hanya akan menandai kebangkitan event olahraga air tradisional, tetapi juga menjadi simbol pulihnya denyut pariwisata Batam pasca-pandemi.
(iam)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴




















































































