- Panggung Megah dan Persaingan Ketat
- Investasi India di Batam Terus Melaju, Tembus Rp258,6 Miliar
- Tugas Pertama Duwis Encik Puan Batam 2026 Tampilkan Ragam Busana Melayu di Rapat Paripurna DPRD
- Satgas 136 Tuah Sakti Melangkah Bukan untuk Menaklukkan, Tetapi Menyatu dan Mengabdi di Bumi Cendrawasih
- Cerita Hari Palang Merah Internasional: Tanah Papua Tanah Pengabdian TNI Satgas 136 Tuah Sakti
- Rutan Batam Ikrar Bersih Gelar Razia dan Tes Urine
- TNI Kebut Pembangunan Jembatan Garuda di Karimun untuk Pulihkan Konektivitas
- CIMB Niaga Perkuat Kolaborasi dengan Agen Properti di Jawa Barat
- Bersama Delegasi Penjara Malaysia, Rutan Batam Perkuat Sinergi Lintas Negara di Pemasyarakatan
- Pertamina Sumbagut Perkuat Kesiap-siagaan Penanganan Darurat di SPBU
Atraksi Kuda Kepang dan Barongan Memukau Warga Batu Tambun

Keterangan Gambar : Atraksi Kuda Kepang yang digelar di Batu Tambun Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepri
KORANBATAM.COM, Anambas - Kerukunan Pakuwojo Wong Jowo Kabupaten Kepulauan Anambas menghibur masyarakat Batu Tambun kecamatan Siantan dengan atraksi Kuda Kepang dan Barongan, Minggu(10/11/2019).
Ketua Pakuwojo Anambas, Nuridin mengatakan, aksi tersebut semata-mata hanya untuk menghibur masyarakat dan mempererat tali silaturahmi antara sesama Jawa yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas.
"Kegiatan ini rutin kita laksanakan sebagai suatu aksi sosial untuk menghibur masyarakat. Kita juga berbaur dengan masyarakat disini dan kita kenalkan Kuda Kepang dan Barongan disini,"ujar Nuridin kepada sejumlah wartawan, Minggu (10/11/2019).
Nuridin juga menyampaikan, kegiatan seni budaya Jawa tersebut baru pertama kali digelar di Anambas. Bahkan dirinya mengakui jika peralatan musik juga masih ada yang kurang namun tidak menyurutkan para pemain untuk memainkan seni budaya khas Jawa itu.
"Disini semua berbaur ada TNI ada juga Polisi dan masyarakat. Bahkan pemainnya juga pernah tampil di Provinsi Kepri dan ada juga guru," katanya.
Nuridin juga memaparkan jika pihaknya akan terus memperkenalkan seni budaya Jawa kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas. Selain memberikan hiburan tentunya sebagai generasi penerus memiliki kewajiban untuk melestarikan kebudayaan nenek moyang.
"Nanti kita akan susun rencana akan main juga di Tarempa. Kita juga latihan agar para pemain terbiasa melakukan aksinya sesuai dengan peranannya masing-masing," katanya.(Cr1)
▴-▴


















































































