- Panggung Megah dan Persaingan Ketat
- Investasi India di Batam Terus Melaju, Tembus Rp258,6 Miliar
- Tugas Pertama Duwis Encik Puan Batam 2026 Tampilkan Ragam Busana Melayu di Rapat Paripurna DPRD
- Satgas 136 Tuah Sakti Melangkah Bukan untuk Menaklukkan, Tetapi Menyatu dan Mengabdi di Bumi Cendrawasih
- Cerita Hari Palang Merah Internasional: Tanah Papua Tanah Pengabdian TNI Satgas 136 Tuah Sakti
- Rutan Batam Ikrar Bersih Gelar Razia dan Tes Urine
- TNI Kebut Pembangunan Jembatan Garuda di Karimun untuk Pulihkan Konektivitas
- CIMB Niaga Perkuat Kolaborasi dengan Agen Properti di Jawa Barat
- Bersama Delegasi Penjara Malaysia, Rutan Batam Perkuat Sinergi Lintas Negara di Pemasyarakatan
- Pertamina Sumbagut Perkuat Kesiap-siagaan Penanganan Darurat di SPBU
Polisi Bubarkan Puluhan Remaja Diduga Hendak Perang Sarung Samping Gogo Supermarket Bengkong usai Tarawih

Keterangan Gambar : Remaja tertangkap kamera membawa sarung saat kedatangan polisi, diduga akan melakukan aksi perang sarung, di samping Gogo Supermarket, kawasan Golden City, Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Kamis, (14/3/2024) malam. /Iqbal/Polsek Bengkong
KORANBATAM.COM - Tim Patroli dan Unit Reskrim Polsek Bengkong membubarkan puluhan remaja yang diduga hendak melakukan aksi perang sarung. Tawuran terjadi seusai salat Tarawih.
Kapolsek Bengkong, Iptu Doddy Basyir melalui Kanit Reskrimnya, Iptu Marihot Pakpahan mengatakan, kejadian itu terjadi tepatnya di samping Gogo Supermarket, kawasan Golden City, Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Kamis, (14/3/2024) malam, sekitar pukul 21.40 WIB.
“Itu sekitar 20-30 remaja dan ada anak-anaknya. Sementara mereka juga membawa sarung yang ujungnya sudah diikat,” kata Marihot.
Marihot melanjutkan, pihak kepolisian langsung menuju ke lokasi setelah mendapatkan laporan. Para pelaku tawuran kocar-kacir berlarian.
Marihot menyebutkan, sebagian besar dari mereka masih di bawah umur. Mereka diminta bubar dan segera pulang.
“Jadi Anggota tadi memberikan imbauan untuk segera pulang ke rumahnya masing-masing, untuk mencegah terjadinya perang sarung, gitu aja, nggak diamankan,” ujarnya.
Marihot berpesan kepada masyarakat sesuai dengan arahan Kapolda Kepri, Irjen Pol Drs Yan Fitri Halimansyah dan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto untuk tidak melakukan kegiatan Sahur On The Road (SOTR), perang sarung juga menggunakan petasan dalam membangunkan warga untuk sahur.
Pihak kepolisian akan meningkatkan patroli untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kita selalu imbau yang orang mau SOTR itu nggak boleh. Bangunin sahur pakai petasan juga nggak boleh,” tukasnya.
(iam)
▴-▴


















































































