- Setelah Surabaya, CIMB Niaga Kembali Lagi Gelar Wealth XPO di Jakarta
- Gerak Cepat Bupati Aneng Tinjau Jalan Longsor Akibat Abrasi
- Latih Tempur Angkatan Laut ASEAN dan Amerika Serikat ke-2 Dimulai, Batam sebagai Lokasi Penyelenggara
- Pikori BP Batam Gelar Bakti Sosial Peringati Hari Ibu ke-97
- Peningkatan Kinerja dan Sinergi: Kedeputian Bandara, Pelabuhan dan Lalu Lintas Barang Gelar Retret
- BP Batam Raih Penghargaan Pioneer FTZ Management di BIG 40 Awards 2025
- Misi Dagang Provinsi Jatim dengan Kepri di Batam Catatkan Transaksi Tertinggi Capai Rp4,456 Triliun
- Transformasi Ketenagakerjaan: BP Batam Hadirkan Program si MANTAB untuk Industri
- Female DJ Lucyana dan Tia Bellis Bakal Meriahkan Anniversary ke-17 Golden Beach Batam, Catat Tanggalnya
- Momen Guyub Gubernur Khofifah Silaturahmi dengan Warga Kepri asal Jawa Timur
Didepan Pemerintah AS, Fary Tegaskan Komitmen Prabowo Jadikan Batam Tujuan Investasi Dunia

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis (kanan), berbincang dengan Senator Negara bagian Arizona, AS, baru-baru ini. /Dok. BP Batam
KORANBATAM.COM - Dalam pertemuan dengan Senator Negara bagian Arizona, Amerika Serikat (AS), Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fary Djemy Francis menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Batam sebagai tujuan investasi dunia.
Fary mengatakan bahwa, pemerintah pusat melalui BP Batam berkomitmen kuat menjadikan Batam sebagai tujuan investasi dunia.
Upaya ini didukung dengan kebijakan nasional yang fokus pada penyederhanaan regulasi dan percepatan perizinan bagi investor asing.
“Batam will become a role model for economic growth. And also, President Prabowo direct to us how to simplify regulation and license,” ucap Fary di hadapan delegasi Arizona State Senate.
Data BP Batam mencatat, kinerja ekspor-impor Batam juga menunjukkan tren positif. Pada paruh pertama 2025, nilai ekspor Batam mencapai USD 9,6 miliar. Naik 27,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara impor meningkat 29,8 persen menjadi USD 7,2 miliar, menandakan meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia dan AS dalam bidang investasi, teknologi dan industri manufaktur berorientasi ekspor. (*)
▴-▴
▴-▴


























































































