Tingkatkan Ekonomi di Masa Pandemi, Kemenparekraf Gelar Misi Penjualan Pasar Nusantara

Reporter : Koran Batam 29 Nov 2020, 17:15:26 WIB EKONOMI
Tingkatkan Ekonomi di Masa Pandemi, Kemenparekraf Gelar Misi Penjualan Pasar Nusantara

Keterangan Gambar : Pameran Misi Penjualan Pasar Nusantara di Kota Batam, di Harris Hotel Batam Centre, Kota Batam, Sabtu (28/11/2020). (Foto : istimewa)


KORANBATAM.COM, BATAM - Di masa pandemi ini, pemerintah berupaya keras memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19, sekaligus berjuang meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) adalah dengan menggelar Pameran Misi Penjualan Pasar Nusantara di Kota Batam, untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah ini.

Direktur Pemasaran Regional I Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu mengatakan bahwa, di pandemi Covid-19 ini salah satu sektor yang terdampak yakni sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Lewat kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kita fokus dan tetap fokus di Indonesia saja,” kata Vinsensius, di Harris Hotel Batam Centre, Kota Batam, Sabtu (28/11/2020).

Kepri khusunya Kota Batam, lanjutnya, berkontribusi besar menyumbang kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Ia bersyukur Indonesia dikaruniai penduduk, kekayaan alam, dan wisata yang luar biasa, sehingga di masa pandemi Covid-19 ini masih bisa mengandalkan wisatawan domestik.

“Saya lima (5), hari di Bali menyaksikan seperti kota mati, sunyi, sopir yang saya tanya dengan wajah sangat sedih seolah menangis karena sekian bulan baru dapat tamu. Bayangkan betapa menderintanya karena ketergantungan terhadap wisatawan sangat tinggi,” ucap Vinsensius.

Pameran misi penjualan pasar nusantara ini sebelumnya, telah digelar di lima (5) kota lain di Indonesia, yakni di Yogyakarta, Malang, Bandung, Padang dan Medan. Kegiatan terakhir sebelumnya dicanangkan digelar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Namun, berkat kegigihan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbdupar) Kota Batam, Ardiwinata, akhirnya kegiatan tersebut digelar di Kota Batam.

“Pak Ardi (Kadisbudpar Kota Batam) telepon saya, meminta agar kegiatan ini juga dibuat di Batam dan setelah dibicarakan. Akhirnya terlaksana di Batam. Terima kasihlah kepada Pak Ardi,” ujarnya lagi.

Ia menyampaikan bahwasannya, angka Covid-19 masih bertambah. Sebagai garda terdepan untuk masyarakat calon wisatawan nusantara ia menekankan tiga (3) pilar utama harus diterapkan, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.

Sebelumnya, ia berbicara dengan duta Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Australia, dan New Zealand. Di Kepulauan Riau (Kepri) sendiri, pasarnya yakni berasal dari Singapura dan Malaysia. Untuk negara Malaysia sendiri mengizinkan masyarakatnya keluar daerah ke destinasi wisata yang beresiko rendah. Indonesia pada posisi medium, oleh karena itu Malaysia belum mengizinkan warganya untuk datang.

“Tantangan kita mengubah dari medium risk menjadi low risk,” pintanya.

Indonesia ada kesepakatan Travel Coridor Arrangment (TCA) yang diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dan warga negara Singapura yang ingin melakukan perjalanan bisnis, perjalanan diplomatik dan kedinasan.

“Semua berharap TCA ini dapat diperluas untuk wisatawan dengan persyaratan kesehatan dan sponsor menjadi tugas kita bersama,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam,  Ardiwinata mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf atas terselenggaranya pameran nusantara di Kota Batam. Batam merupakan daerah strategis berdekatan dengan dua (2) negara Singapura dan Malaysia. Di tahun 2019 Batam penyumbang Wisatawan Mancanegara (Wisman) terbesar hampir yakni 2 juta kunjungan. Jika digabungkan dengan Kepri nomor dua (2) setelah Bali.

“Di masa pandemi, kita berupaya mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Kemudian 15 Juni lalu, Walikota Batam mengizinkan untuk berkegiatan dengan syarat menerapkan Protokol Kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” kata Ardi.

Kemudian, lanjut Ardi, mendekati akhir tahun Kemenparekraf mengelontarkan kebijakan dimana memberikan dana hibah untuk membantu hotel dan restoran. Batam masuk 10 besar penerima hibah tersebut, indikasinya dari pajak 24 persen berasal dari sektor pariwisata  hotel dan restoran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf,” tutup Ardiwinata.


(ril)




Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

;