



- Satu Maling Motor Karyawan Swasta di Sagulung Batam Ditangkap, Eksekutor Masih DPO
- Suami Istri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos di Melcem Batam, Polisi Selidiki Kasus Ini
- Sales Counter JNE di IKN Diresmikan, Tanam 1.000 Pohon Dukung Kota Hutan Berkelanjutan
- Serap Aspirasi Satukan Sinergi Jaga Kamtibmas, Polsek Sagulung Ajak Ngopi Tokoh Warga Nias
- Warga Sakit Pencernaan di Lambung dan Empedu, Kapolsek Batuampar-Kanit Reskrim hingga Kepala Puskesmas Turun Membesuk
- BP Batam-Mayapada Resmikan Peletakan Batu Pertama RS Internasional Mabih di Sekupang
- Zest Hotel Harbour Bay Tawarkan Paket Spesial
- Ardiwinata Apresiasi Grand Wedding Expo Edisi 4 Kembali Digelar
- Perluasan Wilayah KPBPB Batam, BP Batam Gelar Konsultasi Publik Rancangan Perubahan PP 46 Tahun 2007
- BP Batam Dukung Upaya Perkuat Peran Insinyur Lokal
Komisi VI DPR-RI Apresiasi Pengembangan Bandara Hang Nadim Batam

Keterangan Gambar : Kunjungan kerja rombongan Komisi VI DPR-RI ke fasilitas, layanan dan rencana pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau Sabtu (15/7/2023). /BP Batam
KORANBATAM.COM - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dalam kunjungan kerjanya ke Kota Batam melakukan peninjauan fasilitas, layanan dan rencana pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim, Sabtu (15/7/2023).
Dalam peninjauan tersebut, rombongan Komisi VI DPR-RI didampingi Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto, Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam Wan Darussalam serta pejabat eselon II BP Batam.
Purwiyanto mengatakan, dalam kunjungan itu, Komisi VI DPR-RI ingin mengetahui rencana dari pembangunan terminal II dan revitalisasi terminal I Bandara Internasional Hang Nadim.
Khususnya, rencana pengembangan Bandara Hang Nadim Batam oleh PT Bandara Internasional Batam (PT BIB) setelah dilakukannya Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
“Komisi VI DPR-RI mengapresiasi rencana-rencana ke depan untuk Bandara Internasional Hang Nadim. Maka, kami berharap dukungan penuh dari Komisi VI DPR-RI dalam pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim kedepannya,” ujar Purwiyanto.
Ditambahkannya, setelah dilakukannya KPBU dengan PT BIB pada 21 Desember 2021 lalu, akan dilakukan perbaikan terminal I dan pembangunan terminal II. Dimana, dari kerja sama pengelolaan tersebut senilai Rp6,8 triliun.
“Ini segera dimulai. Jadi harapannya nanti kita akan segera mempunyai bandara yang lebih maju dari sebelumnya,” sebutnya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Fraksi Partai Nasional Demokrat, Martin Manurung mengapresiasi KPBU antara BP Batam dan konsorsium PT BIB. Sebab, dengan adanya KPBU ini, akan ada pembangunan terminal II dan revitalisasi terminal I.
Ia berharap, dengan adanya KPBU, Bandara Internasional Hang Nadim bisa menjadi salah satu bandara modern di Indonesia. Sebab, PT BIB yang merupakan konsorsium dari tiga perusahaan, salah satunya adalah Incheon International Airport Corporation, yang telah berpengalaman dalam menangani kargo dan penumpang.
“Ini bisa menjadi bandara yang modern, karena sudah bekerjasama dengan incheon Korea,” katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR-RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Harris Turino Kurniawan.
Ia mengungkapkan, dalam semester pertama tahun 2023 ini Bandara Internasional Hang Nadim telah mencatatkan 2 juta penumpang dan akan mencapai Rp4,6 juta penumpang pada akhir tahun.
“Sehingga dengan rencana pengembangan terminal 2 dengan kapasitas dua kali lipat atau 10 juta penumpang per tahun, rasanya adalah langkah yang masuk akal,” ujarnya.
Sehingga, dirinya mendukung penuh langkah pembangunan terminal II dan revitalisasi terminal I.
“Ini langkah yang menurut saya tepat dilakukan untuk mendukung posisi Batam sebagai pusat pariwisata karena dengan Singapura,” ujar dia.
Ia menambahkan, Komisi VI DPR-RI juga akan mendorong Garuda Indonesia yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menambah jumlah penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim.
Sebab dari data PT BIB, Lion Group menjadi maskapai penerbangan yang paling banyak mengangkut penumpang dengan persentase hampir 70 persen.
“Ini masukan dan PR (pekerjaan rumah) bagi kami di Komisi VI. Kami harus mendukung supaya Garuda Indonesia dan groupnya Citilink bisa untuk memiliki share lebih besar di cakrawala Indonesia,” imbuhnya mengakhiri. (***)

