- Memperkuat Garda Laut di Usia ke-81: Dankodaeral IV Tekankan Profesionalisme dan Kesiapsiagaan Prajurit
- Tindaki Aksi Tawuran Pelajar di Sekupang, Polisi Panggil Orang Tua dan Pihak Sekolah
- Genap 26 Tahun, PIKORI BP Batam Diperkuat untuk Menebar Manfaat di Kota Batam
- Angin Puting Beliung Menerjang Legenda Malaka Batam, Tenda Roboh dan Beterbangan
- Polda Kepri Peringati Haornas ke-43: Fisik Bugar, Pelayanan Masyarakat Maksimal
- Tikam Teman Hingga Kritis, Buronan Penganiayaan di Bengkong Ditangkap di Belakang Padang
- Wakapolresta Barelang Wanti-wanti Personel Polsek Batu Ampar: Bebas Narkoba, Judol hingga Respons Cepat WA Warga
- Respons Cepat Kebakaran Lahan di Batam, Polda Kepri Padamkan 2 Titik Api dalam Dua Hari
- Peringati HUT ke-78, Irjen Asep Safrudin Minta Polwan Polda Kepri Beri Extraordinary Impact
- Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Yankes Gratis di Puncak Jaya, Warga Tinggi Nambut Terbantu
Akses ke Telaga Bidadari Ditutup, BP Batam: Bukan Tempat Wisata
Jaga Kualitas Air Baku Waduk Muka Kuning

Keterangan Gambar : Petugas Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam memasang spanduk larangan masuk ke Telaga Bidadari, Tembesi, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (21/8/2025). /BP Batam
KORANBATAM.COM - Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan menutup akses masuk ke Telaga Bidadari dari arah Tembesi Buton, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (21/8/2025).
Langkah ini bertujuan untuk melindungi Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Muka Kuning dari aktivitas warga yang berpotensi menurunkan kualitas air baku. Mengingat, waduk ini merupakan salah satu sumber utama air bersih bagi masyarakat Batam.
Kepala Seksi (Kasi) Pengamanan Objek Vital Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam, Genduk Afreni menegaskan bahwa, Telaga Bidadari bukanlah kawasan wisata, melainkan bagian penting dari DTA yang fungsinya harus dijaga bersama.
Upaya ini, lanjut Genduk, sekaligus menindaklanjuti arahan Kepala BP Batam dalam rangka menjaga kelestarian hutan dan ekosistem di sekitar waduk.
“Kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak masuk dan beraktivitas ke Telaga Bidadari. Kami tegaskan bahwa kawasan ini bukan tempat wisata, melainkan bagian dari DTA Mukakuning,” ujar Genduk.
Ia berharap, seluruh masyarakat maupun komunitas pencinta alam dan wisata dapat memahami langkah penutupan ini.
Apalagi sejak lama, BP Batam secara aktif mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas air baku di area tangkapan air (DTA).
Bahkan, penegakan aturan terhadap bangunan liar di sekitar waduk juga terus berjalan guna memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat dan industri di Batam.
“Kebersihan dan upaya lain yang bertujuan melindungi ekosistem waduk mesti kita dukung. Tujuannya agar kualitas pasokan air bersih ke masyarakat Batam bisa terpenuhi,” tukas dia.
(red)
▴-▴
▴JNE BATAM▴
▴-▴





















































































