Batam Sukses Tekan Angka Stunting, Pemprov Kepri Apresiasi Kinerja Rudi
Reporter : Koran Batam 27 Jul 2022, 20:29:00 WIB KESEHATAN
Batam Sukses Tekan Angka Stunting, Pemprov Kepri Apresiasi Kinerja Rudi

Keterangan Gambar : Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (kemeja putih) bersama petugas Puskesmas di Batam, belum lama ini. /Pemko Batam


KORANBATAM.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) mengapresiasi kinerja Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, sukses menangani stunting di Kota Batam.

Apresiasi itu disampaikan melalui surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia di Nomor: 440/2611/Banda perihal hasil penilaian kinerja delapan aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting di Kepulauan Riau.

Hasil penilaian itu, Batam mendapat peringkat pertama, disusul Natuna di peringkat II, Karimun peringkat III, dan lingga peringkat IV.

Dalam menentukan peringkat itu, Pemprov erintah Kepri telah melakukan penilaian kinerja stunting terhadap pelaksanaan aksi konvergensi stunting tahun 2021 pada tanggal 29-30 Juni 2022, dengan menghadirkan seluruh peserta dari Kabupaten/Kota Se-Provinsi agar terjadi proses pembelajaran terhadap pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting yang dilakukan secara hybrid.

Pemprov Kepri menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Selain itu, Bupati Natuna, Bupati Lingga dan Bupati Karimun atas upaya yang dilakukan dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting di provinsi Kepri.

Wali Kota Batam, mengungkapkan, pencegahan kasus stunting ini, kata dia, jauh lebih baik. dimana pada tahun 2020 prevelensi stunting di Batam sebesar 7,21 persen turun menjadi 6,02 persen di tahun 2021, dan di bulan februari tahun 2022 turun menjadi 3,38 persen. Bahkan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjuk Batam sebagai lokasi percontohan penanganan stunting.

“Saya sudah menandatangani surat pernyataan komitmen menyelesaikan persoalan stunting,” ujarnya.

Untuk menangani stunting, Batam sudah membentuk 1.632 orang tim pendamping untuk mengedukasi pemahaman bahwa anak yang akan lahir harus dijaga. Tak hanya itu, pihaknya juga melibatkan perguruan tinggi dalam menangani stunting ini.

“Semua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Batam juga sudah memahami tugasnya,” sebutnya.

Dengan semua pihak bergerak, kata Rudi, penanganan stunting di Batam akan berjalan sesuai rencana dan alhamdulillah kinerja selama ini merupakan terbaik.

“Semua harus bekerja bersama-sama. Batam akan terus berkomitmen menangani dan mencegah peningkatan angka stunting serta wujud nyata pencapaian target secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sebesar 14 persen di tahun 2024,” katanya.

 

Sumber: Pemko Batam




Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

;