



- Satu Maling Motor Karyawan Swasta di Sagulung Batam Ditangkap, Eksekutor Masih DPO
- Suami Istri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos di Melcem Batam, Polisi Selidiki Kasus Ini
- Sales Counter JNE di IKN Diresmikan, Tanam 1.000 Pohon Dukung Kota Hutan Berkelanjutan
- Serap Aspirasi Satukan Sinergi Jaga Kamtibmas, Polsek Sagulung Ajak Ngopi Tokoh Warga Nias
- Warga Sakit Pencernaan di Lambung dan Empedu, Kapolsek Batuampar-Kanit Reskrim hingga Kepala Puskesmas Turun Membesuk
- BP Batam-Mayapada Resmikan Peletakan Batu Pertama RS Internasional Mabih di Sekupang
- Zest Hotel Harbour Bay Tawarkan Paket Spesial
- Ardiwinata Apresiasi Grand Wedding Expo Edisi 4 Kembali Digelar
- Perluasan Wilayah KPBPB Batam, BP Batam Gelar Konsultasi Publik Rancangan Perubahan PP 46 Tahun 2007
- BP Batam Dukung Upaya Perkuat Peran Insinyur Lokal
Ditinggal Liburan Idul Fitri, Rumah Warga Disatroni Maling

Keterangan Gambar : Ilustrasi pencurian. /1st
KORANBATAM.COM - Rumah di desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, dibobol maling saat pemilik rumah sedang liburan ke Tanjungpinang.
Pemilik rumah, Lusi, mengaku saat meninggalkan rumah sudah mengunci semua pintu dengan rapat.
“Sebelum saya meninggalkan rumah semuanya saya kunci. Mulai pintu belakang, dan pintu depan, saya cek semua sebelum berangkat,” ujar Lusi kepada wartawan, Sabtu (7/5/2022).
Namun, Lusi sangat kaget ketika pulang ke rumah melihat jendela depan terbuka dan setelah memeriksa barang-barangnya, ternyata sebuah laptop hilang digondol pencuri. Saat itu, dirinya langsung melaporkan kejadian kepada pihak Rukun Tetangga (RT) dan menunggu niat pelaku mengembalikan laptopnya.
“Sementara ini biarlah saya tunggu, siapa tahu ada niat baik pelaku untuk mengembalikan. Tapi, kepada pak RT sudah saya laporkan, jika sehari atau dua hari ini tidak kembali, maka saya akan laporkan ke polisi,” sebutnya.
Sementara, Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Anambas, Komisaris Polisi (Kompol) Ramses Marpaung, mendengar informasi itu, menyarankan agar korban melaporkan kepada pihak kepolisian. Bahkan, dirinya akan mengarahkan Kepolisian Sektor (Polsek) Siantan untuk memonitor masalah tersebut.
“Sebaiknya dilaporkan saja kepada polisi. Nanti boleh lapor ke Polsek Siantan, agar kita bisa bergerak karena dengan adanya laporan kita bisa mengetahui,” ujarnya di salah satu grup WhatsApp.
(Tony/Jhon)

