



- Satu Maling Motor Karyawan Swasta di Sagulung Batam Ditangkap, Eksekutor Masih DPO
- Suami Istri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos di Melcem Batam, Polisi Selidiki Kasus Ini
- Sales Counter JNE di IKN Diresmikan, Tanam 1.000 Pohon Dukung Kota Hutan Berkelanjutan
- Serap Aspirasi Satukan Sinergi Jaga Kamtibmas, Polsek Sagulung Ajak Ngopi Tokoh Warga Nias
- Warga Sakit Pencernaan di Lambung dan Empedu, Kapolsek Batuampar-Kanit Reskrim hingga Kepala Puskesmas Turun Membesuk
- BP Batam-Mayapada Resmikan Peletakan Batu Pertama RS Internasional Mabih di Sekupang
- Zest Hotel Harbour Bay Tawarkan Paket Spesial
- Ardiwinata Apresiasi Grand Wedding Expo Edisi 4 Kembali Digelar
- Perluasan Wilayah KPBPB Batam, BP Batam Gelar Konsultasi Publik Rancangan Perubahan PP 46 Tahun 2007
- BP Batam Dukung Upaya Perkuat Peran Insinyur Lokal
Harga Cengkeh Berbanding Terbalik dengan Harga Rokok di Anambas

Keterangan Gambar : Seorang warga saat memetik cengkeh. /Thony/KORANBATAM.COM
KORANBATAM.COM, ANAMBAS - Petani cengkeh di Kepulauan Anambas mengeluh karena harga jual beli anjlok drastis tidak seperti beberapa tahun sebelumnya.
Kini harga cengkeh petani turun kisaran dari 40 persen sampai 50 persen, sehingga para pemilik pohon cengkeh hanya bisa terdiam mendengar harga yang begitu tidak masuk akal.
Ridin, seorang petani cengkeh, mengabarkan bahwa, harga cengkeh akan menyulitkan para petani cengkeh di Kabupaten Kepulauan Anambas sementara harga rokok kian melambung tinggi. Karena cengkeh merupakan sebagian elemen rokok kretek.
“Semoga pemerintah dapat membantu permasalahan harga cengkeh atau harga pasar bisa naik. Kami para petani hanya bisa berharap ada gerakan dan perhatian dari pemerintah kita agar harga bisa memuaskan,” kata Ridin ke awak media, Sabtu (8/1/2022).
Menurutnya, harga cengkeh di kabupaten Anambas sangat turun drastis, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sementara hasil Cengkeh tersebut, digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk keperluan sekolah anaknya.
“Upah panjat saja sudah Rp7 ribu per kilonya. Dan upah racikan dari tangkai saja, seribu per kilo, dimana lagi keuntungan bagi kami. Sekarang harga jual hanya Rp45 ribu basah, kalau kering Rp80 ribu sekilo. Kalau tahun sebelumnya, harga sampai Rp160 ribu per kilo,” ujarnya mengeluh.
(Thony/Jhon)

