- RUPST CIMB Niaga Setujui Laporan Tahunan-Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025
- Pertamina Patra Sumbagut Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Warga di Padang
- Investasi Digital Menguat, BP Batam Dukung Proyek Pusat Data DayOne-PLN Batam
- Volume Peti Kemas Tumbuh Jumlah Penumpang Melonjak
- Tim Terpadu Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti Sagulung
- Iptu Yuli Endra Raih Penghargaan usai Ungkap Penyelundupan PMI Ilegal
- Kodaeral IV Hadiri Pelepasan Jamaah Calon Haji Batam 2026 ke Tanah Suci
- Jawab Kebutuhan Peserta, Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan
- Saling Besinergi Jaga Ketahanan Energi
- Kepala BP Batam Jadi Narasumber Kuliah Kerja Pasis Seskoau Tahun 2026
Kunjungan Sembang Petang Kapolri ke Pesantren UAS, Sinergi Ulama dan Negara
Seruan Moderasi hingga Berpantun dalam Semangat Bangsa

Keterangan Gambar : Ustaz Abdul Somad (kanan), memakai songket busana Melayu ke Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo saat bersilaturahmi di aula asrama santri Pesantren Nurul Azhar, Yayasan Tabung Wakaf Umat (YTWU), Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (12/7/2025) sore. /1st
KORANBATAM.COM - Suasana hangat dan penuh persaudaraan menyelimuti Sabtu (12/7/2025) sore, di Pesantren Nurul Azhar, Yayasan Tabung Wakaf Umat (YTWU), Pekanbaru, Provinsi Riau.
Di tengah aula asrama santri yang sederhana namun bersahaja, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi dengan Ustaz Abdul Somad atau UAS dan keluarga besar pesantren tersebut dalam acara yang bertajuk Sembang Petang.
Kunjungan Kapolri ini bukan sekadar agenda seremonial. Dalam suasana yang penuh keakraban, pantun bersahutan mengalir antara UAS, Gubernur Riau Abdul Wahid dipandu cendekiawan Hendri Anak Rahman serta dua pemantun Melayu, Udin Semekot dan Heri Budiman.
Mereka saling bertukar canda dalam semangat kebangsaan yang menyatukan.
Tak hanya tokoh formal, ruang perjumpaan ini juga dihidupkan oleh ekspresi kebudayaan. Sastrawan Ramon Damora dan musisi Tatang Yudiansyah membawakan puisi Doa Sebutir Jagung diiringi tembang akustik Bongkar yang menggugah hati.
“Aku melihat niat baik yang ditanam pelan-pelan dengan baju dinas yang kini belajar membajak, dan sedikit rasa malu pada sejarah, karena dulu pernah kita biarkan negeri yang kaya ini dipenuhi lapar dan impor,” kata Ramon, lantang, mengapresiasi gerakan ketahanan pangan yang digagas Kapolri Sigit melalui panen raya jagung baru-baru ini.
Hadir pula filsuf publik Rocky Gerung yang tampil dengan busana Melayu lengkap, membacakan syair dan menyampaikan refleksi filosofis tentang pentingnya green policing yang saat ini diarusutamakan oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.
Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan rasa bahagia atas perjumpaan yang penuh makna ini.
“Saya senang bisa bersahabat dengan Tuan Guru Abdul Somad,” ucap Jenderal Sigit seraya mengungkapkan harapan agar persahabatan tersebut menjadi bagian dari sinergi kebangsaan dalam membangun Indonesia yang inklusif dan damai.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara semua elemen bangsa dalam menjaga keutuhan sosial dan nilai-nilai kebangsaan.
Ustaz Abdul Somad menyambut hangat kehadiran Kapolri.
“Ahlan wa sahlan, selamat datang dan selamat menjadi keluarga besar Pesantren Nurul Azhar,” sebut UAS.
Ia menegaskan, YTWU adalah lembaga dakwah yang berpijak pada prinsip moderasi dan keterbukaan, siap bersaudara di tengah perbedaan dan berbeda dalam semangat persaudaraan.
“Yayasan Tabung Wakaf Umat senantiasa berkomitmen untuk berkhidmat kepada negara, berpihak pada kaum dhuafa dan memperkuat gerakan dakwah yang damai dan sejuk,” lanjut dai bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara ini.
Sebagai bentuk nyata kepedulian, Kapolri menutup kunjungan tersebut dengan menyalurkan bantuan pendidikan kepada 200 anak yatim dan dhuafa dari kalangan santri serta masyarakat sekitar pesantren.
(red)
▴-▴





















































































