- Ekonomi Tumbuh 6,76 Persen, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional
- Pertumbuham Ekonomi Batam Triwulan IV 2025 Menguat, Capai 7,49 Persen
- Pastikan Layanan Energi Sesuai Standar bagi Masyarakat, Pertamina Sumbagut Cek 15 SPBU dan 2 SPPBE
- Sambil Beri Santunan, Satrol Kodaeral IV Gelar Buka Bersama Satuan dan Anak Yatim
- CIMB Niaga Resmikan Digital Branch di Bogor
- Pertamina Sumbagut Peringati Nuzulul Quran dan Santuni Anak Yatim
- Polri Hadir dalam Genggaman Ponsel, Polsek Batu Ampar Intensifkan Layanan Darurat 110
- Simak Ya, Tips Mudik Aman Keluarga Bahagia dari Pak Polisi Polsek Bengkong
- Pertamina Sumbagut Selenggarakan Pasar Berkah Ramadan untuk Dukung Promosi Produk UMKM
- Bakti Sosial Ramadan, Polisi Batu Ampar Bagikan Beras ke Lansia
Pacu Investasi Batam lewat Penguatan Kawasan Strategis
Kunjungan Wamen Investasi dan Hilirisasi RI

Keterangan Gambar : Wamen Investasi dan Hilirisasi /Wakil BKPM RI, Todotua Pasaribu. /Dok. BP Batam
KORANBATAM.COM - Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra menerima kunjungan kerja Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi /Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Todotua Pasaribu, di Marketing Center BP Batam pada Selasa (29/4/2025) siang.
Dalam sambutannya, Todotua mengatakan, tujuan kunjungannya dan tim adalah untuk melajukan konsolidasi dan memperkuat komunikasi terkait langkah-langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan investasi di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Selain itu, ia juga menyebutkan target realisasi investasi yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi /BKPM RI tahun 2025 adalah sebesar Rp1.900 triliun, dimana pada triwulan 1 telah mencapai realisasi sebesar Rp465 triliun.
“Salah satu strategi yang kami mitigasi untuk mencapai target realisasi pertumbuhan investasi tahun 2025 adalah melalui penguatan kawasan, baik kawasan industri, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), maupun Free Trade Zone (FTZ),” ucap Todotua.
Ia juga menyoroti dinamika ekonomi global, yakni perang tarif dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China sebagai dampak dari pemberlakuan Tarif Resiprokal.
“Atas tantangan tersebut, kita harus melihat potensi dan peluang yang muncul. Kami sudah putuskan dalam waktu dekat akan mematangkan pelaksanaan task force antara Kementerian Investasi dan BP Batam,” jelasnya.
Selain itu, untuk memudahkan koordinasi dan proses konsolidasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi /BKPM RI akan menempatkan kembali desk layanan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam sebagai langkah progresif untuk mempercepat perizinan dan komunikasi dengan Kementerian/Lembaga.
“Kami ingin prosesnya taktis, karena kendala investasi meliputi perizinan, iklim usaha, dan daya saing. Adanya task force dan desk layanan diharapkan dapat mempercepat penyelesaian hambatan investasi di Batam,” ujarnya.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra BP Batam menyambut baik langkah strategis tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi serta memberikan dukungan penuh agar hambatan-hambatan investasi dapat diminimalkan, dan peluang pertumbuhan ekonomi bisa dimaksimalkan untuk masyarakat Batam.
“Kami menyambut baik hadirnya task force dan desk Kementerian Investasi di BP Batam. Ini adalah langkah strategis yang menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan iklim investasi yang lebih ramah dan kompetitif,” kata Li. (*)
▴-▴




















































































