- Panggung Megah dan Persaingan Ketat
- Investasi India di Batam Terus Melaju, Tembus Rp258,6 Miliar
- Tugas Pertama Duwis Encik Puan Batam 2026 Tampilkan Ragam Busana Melayu di Rapat Paripurna DPRD
- Satgas 136 Tuah Sakti Melangkah Bukan untuk Menaklukkan, Tetapi Menyatu dan Mengabdi di Bumi Cendrawasih
- Cerita Hari Palang Merah Internasional: Tanah Papua Tanah Pengabdian TNI Satgas 136 Tuah Sakti
- Rutan Batam Ikrar Bersih Gelar Razia dan Tes Urine
- TNI Kebut Pembangunan Jembatan Garuda di Karimun untuk Pulihkan Konektivitas
- CIMB Niaga Perkuat Kolaborasi dengan Agen Properti di Jawa Barat
- Bersama Delegasi Penjara Malaysia, Rutan Batam Perkuat Sinergi Lintas Negara di Pemasyarakatan
- Pertamina Sumbagut Perkuat Kesiap-siagaan Penanganan Darurat di SPBU
Pemko Batam dan Forkopimda Perkuat Sinergisitas agar Pandemi Tak Meluas

Keterangan Gambar : Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad, serta Forkominda Batam mengikuti rapat penanganan Covid-19, Senin (3/5/2021).
KORANBATAM.COM - Pemerintah Kota (Pemko) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam terus meningkatkan sinergisitas dalam menangani pandemi Covid-19 agar tak meluas. Langkahnya, memperketat protokol kesehatan.
Hal itu sebagaimana arahan Pemerintah Pusat dalam rapat koordinasi antara Kementerian terkait dengan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Indonesia.
Di tingkat Kota Batam, rapat tersebut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad, Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Hang Nadim Letnan Kolonel (Letkol) Penerbang (Pnb) Iwan Setiawan, Komandan Batalyon (Danyon) Infanteri Marinir 10/Satria Bhumi Yudha (SBY) Letkol Marinir Alim Firdaus dan Forkopimda Batam.
“Pemda diminta untuk meningkatkan pengawasan terkait protokol kesehatan,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar, Senin (3/5/2021).
Dalam rapat tersebut juga dibahas terkait meningkatnya kasus positif yang terjadi di India. Karena itu, Indonesia tidak boleh lengah, jangan sampai momentum Lebaran Idulfitri membuat masyarakat mengabaikan protokol kesehatan.
Selain itu juga, terkait penanangan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), di mana Batam menjadi salah satu pintu masuk pulangnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Tanah Air. Mulai dari sampai di pelabuhan hingga karantina harus ditingkatkan pengawasannya.
“PMI karantina lima hari harus benar-benar dijalankan,” katanya.
Pemerintah Daerah (Pemda), kata Amsakar, juga diminta untuk mencermati grafik Covid-19. Kasus positif harus ditekan agar bisa menerun dan kasus yang sembuh bisa terus ditingkatkan.
“TNI dan Polri tadi juga diminta untuk meningkatkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro,” katanya.
(winter)
▴-▴


















































































