



- Satu Maling Motor Karyawan Swasta di Sagulung Batam Ditangkap, Eksekutor Masih DPO
- Suami Istri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos di Melcem Batam, Polisi Selidiki Kasus Ini
- Sales Counter JNE di IKN Diresmikan, Tanam 1.000 Pohon Dukung Kota Hutan Berkelanjutan
- Serap Aspirasi Satukan Sinergi Jaga Kamtibmas, Polsek Sagulung Ajak Ngopi Tokoh Warga Nias
- Warga Sakit Pencernaan di Lambung dan Empedu, Kapolsek Batuampar-Kanit Reskrim hingga Kepala Puskesmas Turun Membesuk
- BP Batam-Mayapada Resmikan Peletakan Batu Pertama RS Internasional Mabih di Sekupang
- Zest Hotel Harbour Bay Tawarkan Paket Spesial
- Ardiwinata Apresiasi Grand Wedding Expo Edisi 4 Kembali Digelar
- Perluasan Wilayah KPBPB Batam, BP Batam Gelar Konsultasi Publik Rancangan Perubahan PP 46 Tahun 2007
- BP Batam Dukung Upaya Perkuat Peran Insinyur Lokal
Riak Politik Mulai Menggema di Kabupaten Kepulauan Anambas

Keterangan Gambar : Kota Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas. /Dok KORANBATAM.COM
KORANBATAM.COM - Pesta demokrasi masih jauh yakni di tahun 2024 mendatang, namun riak-riak politik sudah mulai terasa dengan munculnya beberapa tokoh atau partai politik yang menyatakan akan maju menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas.
Untuk menentukan pilihan masyarakat harus cerdas, salah satunya dengan menilik riwayat perjalanan politik sang calon. Kemudian visi dan misi yang ingin dicapai saat terpilih nanti, sehingga pimpinan yang terpilih benar-benar terbaik.
“Harus dipelajari dulu calon pemimpin yang mau memimpin. Kalau sudah mantap, baru menentukan pilihan. Ini baru memilih yang cerdas,” kata Dani, salah satu warga Kute Siantan, Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Masyarakat dalam memilih calon pemimpin sesuai hati nurani. Dirinya mendorong masyarakat memperbanyak informasi calon pemimpin. Apalagi, dalam era teknologi akses informasi terbuka sangat luas. Ia meminta masyarakat ikut menentukan pilihan terbaik sehingga kesejahteraan masyarakat terwujud.
“Kepala daerah nantinya akan dilihat dan dikenal oleh masyarakat. Seperti contoh Wakil Bupati Anambas, Wan Zuhendra yang telah memiliki pengalaman jika maju menjadi calon Bupati Anambas. Sebab, selain sudah pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Anambas, beliau juga sudah 2 kali periode menjadi Wakil Bupati Anambas tentunya pengalaman dan program yang telah dilaksanakan akan menjadi tolok ukur bagi partai politik nantinya,” ujarnya.
Dani juga menambahkan, apalagi akhir-akhir ini sudah ada dua pasangan bakal calon yang menyatakan maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Anambas, yaitu Amat Yani dengan Raja Bayu dan Ketua DPRD Anambas, Hasnidar bersama salah satu pengusaha Anambas, Steven. Ini akan menjadi suasana politik yang sehat ketika nantinya ada tiga pasangan bakal calon yang maju Pilkada 2024.
“Dari pasangan yang telah muncul ke publik ini, saya baca di media tentu akan memberikan warna pada Pilkada 2024 nanti. Tapi pasangan Wan Zuhendra dikabarkan bersama Sahtiar yang saat ini menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas. Misalnya, ketika ketiga pasangan bakal calon ini yang nantinya maju Pilkada Anambas tentu masyarakat akan melihat pasangan mana yang diyakini membawa perubahan peningkatan ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Anambas,” kata dia.
Dia memaparkan, jika dibedah secara personal antara bakal pasangan calon yang telah muncul ke publik ini, menurutnya, bisa dilihat dari latar belakang masing-masing pasangan calon. Sebagai analisa secara politik dan pengalaman, pasangan calon yang unggul tentunya yang telah memiliki pengalaman baik di kursi legislatif ataupun di pemerintahan.
“Kalau misalnya ketiga pasangan atau katakanlah hari ini Pilkada, maka orang akan memilih pasangan yang punya pengalaman lebih dominan dibandingkan dengan yang belum pengalaman. Ditambah lagi figur pasangan bakal calon sangat menentukan,” ujarnya.
(Tony/Jhon)

