Wisatawan Nusantara yang Pertama Kunjungi Museum Batam Raja Ali Haji

Reporter : Koran Batam 25 Des 2020, 18:11:02 WIB WISATA
Wisatawan Nusantara yang Pertama Kunjungi Museum Batam Raja Ali Haji

Keterangan Gambar : Kadisbudpar Kota Batam, Ardiwinata (kaos putih, berkacamata) terlihat sedang memandu lima orang Wisnus asal Jambi saat kunjungi Museum Batam Raja Ali Haji, Kota Batam. (Foto : istimewa)


KORANBATAM.COM, BATAM - Wisatawan nusantara (wisnus) asal Jambi mengunjungi Museum Batam Raja Ali Haji, bertempat di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Batam, pada (25/12/2020). Kedatangan wisnus pertama tersebut disambut baik oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata.

Wisnus tersebut berjumlah lima (5) orang. Ardi langsung memandu wisnus untuk melihat koleksi Museum Batam Raja Ali Haji. Ia memulai dari tata pamer Nasi Besar merupakan nasi yang dihidangkan dalam acara kebesaran, seperti pernikahan, khataman Alquran. Selanjutnya ada Bangkeng yang menjadi wadah penyimpanan baju pengantin Melayu. Ardi juga menjelaskan tentang sketsa wajah Nong Isa.

“Untuk mendapatkan petunjuk wajah Nong Isa atau Raja Isa bin Raja Ali Marhum Pulau Bayan Yang Dipertuan Muda Riau V bin Daeng Kamboja bin Daeng Parani, kita upayakan dari seorang pelukis sketsa, Marani. Adapun, sketsa itu dilukis berdasarkan penggambaran dari Raja Badrillah, salah satu keturunan ke-7 dari Nong Isa,” ujar Ardi.

Kemudian wisatawan di ajak melihat khazanah Melayu yang dipajang disetiap dinding museum yakni menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.

”Kita menggambarkan before dan after infrastruktur Batam, di bawahnya ada masa kota administrasi,” ucapnya.

Ardi menuturkan, Museum Raja Ali Haji diresmikan (soft opening) oleh Walikota Batam, Muhammad Rudi bertepatan dengan Hari Jadi Batam (HJB) ke-191 tahun. Museum ini sudah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 475 museum lainnya di Indonesia.

“Kita berharap museum ini destinasi wisata budaya di Kota Batam dan media edukasi masyarakat Batam, khususnya para pelajar untuk mengetahui sejarah dan perkembangan Batam dari masa ke masa,” pintanya.

Sementara itu, salah satu Wisnus asal Jambi, Melisa antusias berkunjung ke Museum Batam Raja Ali Haji. Terlebih kunjungannya ini dipandu langsung oleh Kepala Disbudpar Kota Batam.

“Luar biasa, kami tersanjung disambut Kadis, kita pikir tour biasa, ternyata WAW,” katanya bahagia. 

Dikatakannya, setiap koleksi museum tersebut sangat menarik, seperti dari sejarah sampai kegunaan  benda tersebut.

“Kami tadi dijelaskan tentang bangkeng, cogan, meriam, dan paling terkesan saya juga membaca ada kisah raja mempunyai empat istri salah satu istrinya dari Jambi artinya Batam dan Jambi punya hubungan,” kata Melisa.

Ia mengaku perdana ke Kota Batam bersama rekan kerja. Setibanya di Batam, rombongannya langsung di ajak tour guide ke Museum Batam Raja Ali Haji.

“Kami stay di Batam selama tiga (3) hari bersama Riztour Travel,” pungkasnya.


(ril)




Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook