Kemenparekraf RI Implementasikan Protokol WTTC melalui Sosialisasi CHSE

Reporter : Koran Batam 18 Okt 2020, 18:10:57 WIB METROPOLITAN
Kemenparekraf RI Implementasikan Protokol WTTC melalui Sosialisasi CHSE

Keterangan Gambar : Kadisbudpar Kota Batam, Ardiwinata (kanan) terlihat sedang berbincang dengan Direktur Hubungan Antar Lembaga Kemenparekraf, Kartika Candra Negara (kiri), saat menghadiri implementasi World Travel and Tourism Council melalui Sosialisasi Clean, Healty, Safety, Environment, di Nagoya Hill Hotel Batam, Kota Batam, Minggu (18/10/2020). (Foto : istimewa)


KORANBATAM.COM, BATAM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI), menggelar implementasi World Travel and Tourism Council (WTTC) melalui Sosialisasi Clean, Healty, Safety, Environment (CHSE), di Nagoya Hill Hotel Batam, Kota Batam, Minggu (18/10/2020). Sosialisasi ini dihadiri oleh pemandu wisata dan Stakeholder di Kota Batam.

Direktur Hubungan Antar Lembaga Kemenparekraf, Kartika Candra Negara mengatakan, saati ini Kemenparekraf telah mengembangkan Protokol Kesehatan untuk dipatuhi dan dijalankan. Protokol Kesehatan disusun untuk menjawab calon wisatawan yang akan berkunjung ke destinasi wisata.

“Saat ini cara pandang wisatawan sudah berubah, mereka (wisatawan) melihat destinasi wisata yang mengutamakan kesehatan,” ujar Kartika.

Tak hanya Kota Batam, lanjut Kartika, kota lainnya di Indonesia bahkan negara di dunia, bersaing menarik wisatawan dengan menonjolkan tempat wisata yang sehat.

“Saya melihat Kota Batam semakin lama semakin indah. Kami mengharapkan agar pemandu wisata yang merupakan ujung tombak pariwisata, melaksanakan Protokol Kesehatan, sehingga makin lama semakin bertambah turis yang datang ke Batam,” kata dia.

Sementara, Ketua Prodi Administrasi Hotel STP NHI Bandung sekaligus sebagai narasumber utama, Pudin Saripudin mengatakan, Kemenparekraf membuat panduan CHSE bagi pelaku jasa usaha hotel serta pelaku pariwisata lainnya, tak terkecuali bagi pemandu wisata. Panduan CHSE ini juga dapat memberikan contoh bagi wisatawan, seperti memakai masker, memakai hand sanitizer, dan sebagainya.

“Pastikan tempat wisata menerapkan protokol kesehatan, kita semua harus mencontohkan protokol kesehatan,” kata Pudin.

Ia menyampaikan bahwa, Indonesia Care merupakan program Kemenparekraf untuk menjamin kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan di tempat wisata. Seperti pada kebersihan rajin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer di tempat wisata. Kemudian kesehatan yakni dengan menghindari kontak fisik dengan orang lain dan menjaga jarak.

“Pastikan termo scan berfungsi, ada petugas yang mengatur jarak sehingga tidak terjadi kerumunan, siapkan hand sanitizer diloket, menyediakan transaksi non tunai, menjaga tempat wisata dalam keadaan bersih,” jelas Pudin.

Lanjut narasumber kedua, sekaligus Kepala Bidang Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Batam, Irnal Syafei menyampaikan bahwa, situasi Covid-19 di Kota Batam saat ini jumlah kasus sebanyak 2.136 kasus dengan kesembuhan tinggi di atas rata-rata nasional yakni 80 persen. Dari 2.136 kasus tersebut, sebanyak 1.213 sembuh. Pasien didominasi usia produktif  karena paling banyak beraktivitas.

“Muda-mudahan kasus ini terus menurun, sehingga berdampak bagi pariwisata dan ekonomi di Batam,” kata Irnal.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam berupaya menekan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Batam, dengan melakukan penyuluhan yang bekerja sama dengan swasta, dan mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwako) Batam Nomor 49 Tahun 2020, untuk melakukan penegakan hukum bagi pelanggar Protokol Kesehatan.

“Pelanggar protokol kesehatan langsung di rapid test,” ungkap Irnal.

Sebagai pemungkas, Kepala Dinas Kabudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata menyampaikan bahwasannya Pemko Batam sangat konsen dalam menangani Covid-19 di Kota Batam. Terhitung sejak 15 Juni lalu, semua sektor salah satunya sektor pariwisata diizinkan kembali membuka usahanya dengan menerapkan Protokol Kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Saat ini, lanjut Ardi, 151 hotel sudah diberikan sertifikat sebagai apresiasi Pemko Batam karena sudah menerapkan Protokol Kesehatan di tempat usaha pariwisata.

“Pemko Batam turun, dan datang langsung ke tempat usaha pariwisata untuk mengawasi penerapan Protokol Kesehatan dan membina pelaku wisata,” kata Ardi.

 

 

Disbudpar Batam
(ilham)




Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook